Dolar AS Kokoh Jelang Rapat FOMC Besok

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan posisinya pada kisaran tertinggi dua pekan sekitar level 97.50-an dalam perdagangan hari ini (17/6), meski sedikit terkoreksi. Di tengah antisipasi pasar menjelang jadwal rapat kebijakan sejumlah bank sentral utama dunia dalam beberapa hari ke depan, trader cenderung mengambil posisi wait-and-see.

Dolar AS Kokoh Jelang Rapat FOMC Besok

Pada hari Jumat lalu, data output industri, penjualan ritel, dan keyakinan konsumen AS, dianggap mengurangi prospek pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Karenanya, dalam rapat kebijakan bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) yang akan digelar tanggal 18-19 Juni besok, Fed diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga. Selaras dengan proyeksi tersebut, posisi Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang mayor pada akhir pekan lalu.

Elsa Lignos, pimpinan pakar strategi forex global dari Royal Bank of Canada (RBC), mengatakan, “Pemangkasan suku bunga pekan ini nampaknya sangat prematur. Walaupun Fed bisa menyampaikan sejumlah perubahan yang setidaknya membuka kemungkinan pemangkasan (suku bunga) pada bulan Juli. Pertanyaannya adalah seberapa fleksibel pesan (Fed) kelak.”

Baca Juga:   Dolar Australia Tergelincir Setelah Risalah RBA

Pelaku pasar saat ini menganggap kalau pemangkasan suku bunga Fed bulan Juli sudah hampir pasti terjadi. Namun, Lignos menilai kalau hasil perundingan AS-China pada ajang G20 akhir bulan ini bisa mengubah prospeknya.

Pokok kekhawatiran saat ini adalah apabila konflik dagang berlanjut maka bisa membawa AS masuk ke dalam resesi, sehingga pasar mulai memperhitungkan pemangkasan suku bunga Fed. Hal itu diungkapkan pula oleh dua pejabat Federal Reserve, yaitu James Bullard dan Jerome Powell. Namun, jika konflik memudar pasca KTT G20, maka kemungkinan resesi itu pun disinyalir dapat dihindari tanpa harus memangkas suku bunga.

Sementara itu, beberapa bank sentral mayor lain yang juga bakal menggelar rapat kebijakan, justru diperkirakan akan bersikap lebih dovish. Bahkan Benoit Coeure dari bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) hari ini mengatakan bahwa suku bunga yang sudah negatif masih bisa dipangkas lagi jika diperlukan. Padahal, pernyataan kebijakan ECB sebelumnya menjanjikan suku bunga tak akan diubah hingga 12 bulan ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply