Dolar AS Lanjutkan Reli Pasca Rilis Data Existing Home Sales

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung bergerak bullish dalam perdagangan hari Jumat ini (22/3). Meski sempat loyo pada sesi Eropa, tetapi DXY terakselerasi pada awal sesi New York dan kembali menajam setelah rilis data Existing Home Sales. Saat berita ini ditulis, DXY telah mencatat kenaikan harian lebih dari 0.3 persen pada kisaran 96.69, sedangkan EUR/USD sudah anjlok nyaris 0.8 persen pada kisaran 1.1286.

Dolar AS Lanjutkan Reli Pasca Rilis Data Existing Home Sales

US National Association of Realtors melaporkan bahwa Existing Home Sales mengalami kenaikan sebesar 11.8 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari 2019. Pertumbuhan tersebut secara efektif menghapus penurunan 1.4 persen yang dialami pada bulan Januari, serta lebih tinggi dibandingkan ekspektasi awal yang hanya dipatok pada 2.2 persen. Secara nominal, jumlah Existing Home Sales meningkat dari 4.93 juta unit menjadi 5.51 juta unit dalam periode yang sama, sehingga mencapai total terbesar sejak bulan April 2018.

Terlepas dari itu, sejumlah data ekonomi lain menunjukkan gambaran situasi yang lebih beragam. Indeks PMI Manufaktur preliminer (versi Markit) menurun dari 53.0 menjadi 52.5, padahal awalnya diperkirakan bakal meningkat hingga 53.5. Data PMI Jasa juga tumbang dari 56.0 menjadi 54.8 dalam bulan Maret. Laporan lainnya mengenai inventori pergudangan (Wholesale Inventories) mengungkap fakta bahwa jumlah persediaan barang tumbuh terlalu tinggi, yakni 1.2 persen (Month-over-Month) pada bulan Januari.

Baca Juga:   USD / CAD Tergelincir Melemah Pada Awal Perdagangan

Dampak data-data ekonomi ini disinyalir akan cenderung terbatas, karena bias bullish atas Dolar AS saat ini terutama dipicu oleh buruknya situasi ekonomi negara-negara mayor lain. Inggris masih bergumul dengan ketidakpastian rencana brexit. Uni Eropa menghadapi ancaman resesi, karena aktivitas pabrikan belakangan ini sudah tenggelam dalam area kontraksi. Di sisi lain, negara-negara berbasis ekspor seperti Kanada, Australia, dan New Zealand masih dikungkung oleh imbas konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan keinginannya untuk mempertahankan bea impor tinggi atas produk-produk China kemarin, dua ronde negosiasi perdagangan AS-China kembali diumumkan pada hari ini. Delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer akan berkunjung ke Beijing pada tanggal 28-29 Maret mendatang. Selanjutnya, Wakil Perdana Menteri Liu He dijadwalkan bertolak ke Washington pada awal April.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply