Dolar AS Loyo Karena Komentar Richard Clarida

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS cenderung melemah terhadpa mata uang-mata uang mayor dalam perdagangan sesi Asia dan sesi Eropa hari Senin ini (19/November), setelah wakil pimpinan Federal Reserve (Fed), Richard Clarida, melontarkan sebuah komentar yang dianggap dovish. Indeks Dolar AS (DXY) melandai 0.05 persen ke level 96.38 saat berita ini ditulis.

Dolar AS Loyo Karena Komentar Richard Clarida

Pelemahan Dolar AS kali ini berhubungan dengan komentar Richard Clarida yang menyebutkan bahwa suku bunga AS sudah mendekati netral. Di tengah kekosongan jadwal rilis data ekonomi hari ini, komentar yang disampaikan salam sebuah wawancara dengan CNBC di kantor pusat bank sentral di Washington tersebut ditanggapi oleh pelaku pasar sebagai opini dovish yang kemungkinan mensinyalkan kalau Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga lebih cepat dibanding ekspektasi sebelumnya.

Seiring mendekatnya suku bunga ke kisaran 2.5-3.5 persen yang diestimasikan oleh Fed sebagai level netral yang takkan menstimulasi ataupun mengekang sebuah perekonomian yang sehat, ia menilai, para pengambil kebijakan perlu memerhatikan sinyal-sinyal dari pasar tenaga kerja dan inflasi.

Baca Juga:   Saham ANTM SELASA 05/05/2018 ( BERITA SAHAM )

“Kita berada pada titik dimana kita benar-benar perlu bergantung pada data,” ujar Clarida,” Saya pikir (apabila) perekonomian saat ini dan proyeksi Fed mengenai arah pergerakannya (benar-benar sesuai), (maka suku bunga) berada pada level netral akan masuk akal.”

Selain itu, Clarida menilai Fed akan perlu memerhatikan pertumbuhan ekonomi di luar negeri pula dalam menentukan kebijakan moneternya, walaupun kondisi ekonomi domestik bertumbuh paling cepat dalam lebih dari satu dekade. Katanya, “Ada beberapa bukti mengenai perlambatan global. Ini akan menjadi sesuatu yang relevan ketika sata berpikir mengenai outlook ekonomi AS.”

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan juga mengungkapkan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan China dapat berdampak pada perekonomian AS.

Sementara itu, nuansa pasar masih rentan, setelah Wakil Presiden AS Mike Pence dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan bersilat lidah dalam pertemuan tingkat tinggi APEC di akhir pekan. Konflik tersebut membuat para pemimpin negara lainnya “angkat tangan”, sehingga pertemuan APEC gagal mencapai suatu kesepakatan bersama.

Baca Juga:   Euro, Yen Mencapai Posisi Sesi Terendah Setelah Data Durable

Dalam sepekan ke depan, sejumlah data berdampak tinggi akan dirilis dari Amerika Serikat, meskipun belum tentu mampu mengalihkan perhatian pasar dari sejumlah kesangsian ini. Diantaranya termasuk rilis data Building Permits pada hari Selasa, serta Durable Goods Orders dan Existing Home Sales pada hari Rabu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply