Dolar AS Loyo Pasca Pidato Trump Tentang Government Shutdown

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) tertekan di kisaran 95.84 pada akhir sesi Eropa hari Rabu ini (9/1), sehubungan dengan sejumlah faktor negatif yang membebani Greenback. Apalagi, pidato Presiden AS Donald Trump tadi pagi meningkatkan kecemasan pasar mengenai kemungkinan akan berkepanjangannya kebuntuan rencana anggaran yang telah mengakibatkan Government Shutdown selama tiga minggu terakhir.

Dolar AS Loyo Pasca Pidato Trump Tentang Government Shutdown

Presiden Trump mengutarakan kembali tuntutannya agar parlemen AS memberikan anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko sebesar USD5.7 Milyar. Apabila parlemen tak juga menyetujuinya, maka ia takkan segan untuk membiarkan Government Shutdown berlangsung hingga waktu yang tak terhingga. Ia juga menuding pihak oposisi tak peduli pada kepentingan keamanan dan rakyat AS, yang dianggapnya terancam oleh arus imigran asal Amerika Selatan yang masuk dari perbatasan AS-Meksiko.

Di sisi lain, Senator Nancy Pelosi yang memimpin pihak oposisi Trump, partai Demokrat, menuduh rencana pembangunan tembok itu sebagai amoral dan berjanji takkan memberikan alokasi anggaran sepeserpun. Sejumlah perwakilan partai Republik di parlemen diduga akan “berkhianat” dan menyetujui rencana anggaran yang diajukan Demokrat, tetapi sejauh ini belum ada kepastian mengenai resolusi akhir yang dapat disepakati kedua pihak.

Baca Juga:   USD / CAD Dengan Tertinggi Dua Minggu

Selain masalah tersebut, Dolar AS juga dibebani oleh penurunan minat risiko pasar seiring dengan berlanjutnya negosiasi perdagangan AS-China. Sejumlah media melaporkan bahwa negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang berlangsung sejak hari Senin di Beijing diperpanjang ke hari ketiga pada Rabu ini. Para negosiator disebut-sebut telah memperoleh kemajuan dalam beberapa isu krusial, termasuk soal pembelian barang dan jasa AS oleh China.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau perkembangan negosiasi di Beijing tersebut, sembari menantikan sejumlah rilis penting dari Amerika Serikat. Beberapa pidato pejabat tinggi bank sentral AS (Federal Reserve) serta publikasi notulen rapat kebijakan FOMC dijadwalkan keluar dalam sesi New York mendatang. Setelah pimpinan Fed, Jerome Powell, mengungkapkan niatnya untuk lebih berhati-hati dalam pengambilan kebijakan tentang suku bunga dalam tahun 2019 ini, pelaku pasar mengkhawatirkan kalau mereka akan menghentikan pengetatan moneter. Pernyataan para pejabat lainnya serta notulen FOMC akan dipantau dengan teliti untuk mencari konfirmasi mengenai hal ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply