Dolar AS Melandai Jelang Thanksgiving, Tapi Risiko Masih Tinggi

Bonus Welcome Deposit FBS

Menjelang hari libur dalam rangka Thanksgiving esok hari, Indeks Dolar AS (DXY) menurun 0.25 persen ke level 96.57 pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (21/November). Minat risiko pasar kembali pulih setelah sempat anjlok pada perdagangan hari Selasa akibat efek aksi jual massal atas saham-saham raksasa sektor teknologi di bursa saham Amerika Serikat yang merembet hingga bursa Asia. Sebagaimana lazim diketahui, peningkatan minat risiko cenderung negatif bagi Dolar AS, sedangkan penurunan minat risiko bisa mendongkraknya.

Dolar AS Melandai Jelang Thanksgiving

Pemulihan minat risiko mendorong rebound pada mata uang-mata uang rival Dolar AS. EUR/USD naik 0.37 persen ke level 1.1414, AUD/USD melesat 0.47 persen ke level 0.7246, sementara GBP/USD meningkat 0.15 persen ke level 1.2805 saat ulasan ini ditulis. Meskipun demikian, sejumlah risiko besar atas kondisi ekonomi global masih ramai diperbincangkan oleh pelaku pasar, sehingga pelemahan Dolar AS tak terlalu parah.

Berita terbesar yang menghiasi pasar finansial global kemarin adalah aksi jual atas saham-saham blue chip di sektor teknologi AS, termasuk Apple, Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet (Google) karena merebaknya keraguan mengenai valuasi harga dibandingkan kondisi fundamental yang sesungguhnya. Apalagi, sehari sebelumnya, sejumlah pejabat The Fed mengungkapkan proyeksi mereka bahwa perlambatan ekonomi global dapat berdampak pula pada perekonomian AS.

Baca Juga:   Aussie melemah setelah Debelle Mengatakan Langkah Oleh Otoritas Cina

Aksi jual membuat indeks Dow Jones terperosok 2.21 persen ke level 24,465.6 dan Nasdaq anjlok 1.70 persen ke level 6908.8. Sentimen negatif tersebut meluas ke pasar mata uang, khususnya berdampak pada aset berisiko lebih tinggi seperti Dolar Australia dan mata uang negara-negara berkembang.

Minat risiko baru membalik saat pembukaan sesi Eropa hari ini. Pemulihan nampak dari posisi indeks DAX dan FTSE 100 yang menghijau, berbeda dengan memerahnya indeks Nikkei di sesi Asia. Namun demikian, perbaikan situasi ini boleh jadi hanya disebabkan oleh iklim pasar menjelang libur Thanksgiving besok, dan bukan karena adanya perubahan dari risiko-risiko yang telah menyeruak.

Sehubungan dengan Thanksgiving, pasar AS hari ini diproyeksikan sepi dan hanya buka setengah hari. Esok, pasar AS bahkan tutup sama sekali. Dengan demikian, pelaku pasar hingga akhir pekan ini akan didominasi oleh investor dan trader Non-AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply