Dolar AS Melandai Lantaran Kesangsian Soal Suku Bunga Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS terpuruk 0.22 persen ke level 96.98 pada perdagangan sesi Eropa hari Selasa (11/Desember), tetapi masih dalam bayang-bayang candle bullish yang tercetak kemarin. Pelaku pasar tengah memperhitungkan ulang posisi Dolar AS saat ini, dikarenakan munculnya spekulasi kalau Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Dolar AS Melandai Lantaran Kesangsian Soal Suku Bunga Fed

Nonfarm Payroll (NFP) dan serangkaian data lainnya yang dirilis akhir pekan lalu ternyata lebih buruk dari estimasi awal. Setelah itu, sejumlah pejabat bank sentral AS (Federal Reserve) juga menyampaikan komentar bernada dovish.┬áLael Brainard mengatakan bahwa gambaran ekonomi AS secara umum positif, tetapi ada pertumbuhan risiko dari luar negeri dan utang korporasi di dalam negeri. Rekannya, Presiden Fed St Louis, James Bullard, juga mengulangi kembali himbauannya agar Fed menghentikan kenaikan suku bunga untuk sementara ini. Beberapa hari Sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell pun sudah menyampaikan bahwa posisi suku bunga saat ini “sudah tepat di bawah” suku bunga netral.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 02/08/2018 - MATAHARI STORE JADI SALAH SATU INDONESIA OUTSTANDING PUBLIC COMPANY

Peristiwa-peristiwa ini membuat pelaku pasar memangkas probabilitas kenaikan suku bunga tahun 2019 dari tiga kali menjadi kurang dari satu kali. Walaupun Federal Reserve diperkirakan tetap mengumumkan kenaikan suku bunga satu kali lagi pada rapat kebijakan minggu depan, tetapi kemungkinan tak ada kenaikan lagi sepanjang tahun depan. Sejalan dengan itu, Dolar AS bertekuk lutut terhadap mata uang-mata uang mayor.

Pasangan EUR/USD naik 0.20 persen ke level 1.1377 dan GBP/USD meroket 0.40 persen setelah sempat anjlok drastis kemarin akibat pembatalan voting proposal Brexit di Parlemen Inggris. Sementara itu, USD/JPY merosot 0.17 persen ke sekitar 113.15 dan AUD/USD naik 0.20 persen ke kisaran 0.7202.

Spekulasi penghentikan siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve telah menyeret yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahunan jatuh ke level terendah tiga bulan. Namun, Junichi Ishikawa, pakar strategi forex senior di IG Securities Tokyo mengatakan pada kantor berita Reuters, “Kejatuhan yield obligasi AS pada akhirnya akan memaksa Dolar ke dalam tren penurunan, tetapi kemungkinan bukan saat ini.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply