Dolar AS Melemah Karena Data ADP Maret 2019 Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) tergelincir pada akhir pedagangan hari Rabu dan ditutup pada level 97.09, setelah rilis data ADP Employment Change dan data ISM Non-manufacturing PMI menunjukkan angka-angka yang meleset dari ekspektasi awal. Saat berita ditulis pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (4/4), DXY masih tertekan pada kisaran 97.04, sementara Greenback melemah terhadap sejumlah mata uang mayor lainnya. Pasangan mata uang EUR/USD bergerak sideways di kisaran 1.1235, tetapi USD/JPY merosot 0.1 persen ke level 111.38 dan GBP/USD naik 0.15 persen ke level 1.3176.

Dolar AS Melemah Karena Data ADP Maret 2019 Mengecewakan

Lembaga Automatic Data Processing (ADP) melaporkan bahwa perusahaan – perusahaan sektor swasta Amerika Serikat mencatat pertumbuhan lowongan kerja terendah dalam 18 bulan terakhir. Dalam periode Maret 2019, hanya ada penambahan sebanyak 129k pekerjaan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rekor 197k pada periode sebelumnya, maupun estimasi awal yang dipatok pada 184k.

“Perusahaan – perusahaan melakukan rekrutmen secara hati-hati karena perekonomian mengalami kesulitan di tengah memudarnya stimulus fiskal, ketidakpastian perdagangan, dan dampak tertunda dari pengetatan moneter Fed,” kata Mark Zandi, pimpinan ekonom Moody’s Analytics. Lanjutnya lagi, “Apabila pertumbuhan ketenagakerjaan melambat lebih jauh, (maka) tingkat pengangguran akan mulai meningkat.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 28/08/2019 - PERMATA HARAPKAN KREDIT DI 2019 MAMPU IKUTI LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI

Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur AS juga dikabarkan merosot drastis dari 59.7 menjadi 56.1 dalam bulan Maret, padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan turun ke 58.1 saja . Secara tidak langsung, data-data ekonomi yang mengecewakan ini mendukung penghentian kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve, sekaligus memperkuat dugaan perlambatan ekonomi domestik.

Di sisi lain, kabar mengenai kemajuan dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China justru mendongkrak nilai mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi, seperti comdoll dan mata uang negara-negara berkembang. Sebagaimana dilaporkan oleh media Financial Times kemarin, Amerika Serikat dan China telah berhasil menyelesaikan sebagian besar masalah yang perlu dibahas dalam negosiasi perdagangan antara kedua belah pihak. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang, tetapi berita ini meredakan kekhawatiran pasar mengenai dampak perseteruan kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut bagi pertumbuhan ekonomi global.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply