Dolar AS Melemah Karena Kekhawatiran Mengenai Ancaman Resesi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS melemah 0.05 persen ke kisaran 96.50 dalam perdagangan hari Senin ini (25/Maret). Selain karena absensi jadwal rilis data ekonomi berdampak tinggi, pelemahan juga terjadi sehubungan dengan eskalasi kekhawatiran pelaku pasar mengenai prospek resesi di Amerika Serikat dalam jangka pendek. Saat berita ditulis pada awal sesi New York, Dolar AS telah melemah 0.17 persen versus Euro serta selip 0.16 persen terhadap Poundsterling, meskipun masih menguat 0.11 persen terhadap Yen Jepang.

Dolar AS Melemah Karena Kekhawatiran Mengenai Ancaman Resesi

Akhir pekan lalu, data sentimen bisnis AS meleset dari ekspektasi, meskipun laporan sektor perumahan cenderung memuaskan. Indeks PMI Manufaktur preliminer (versi Markit) menurun dari 53.0 menjadi 52.5 dalam bulan Maret, padahal awalnya diperkirakan bakal meningkat hingga 53.5. Data PMI Jasa juga tumbang dari 56.0 menjadi 54.8 dalam periode yang sama.

Rangkaian laporan tersebut memicu yield obligasi AS bertenor 3-bulanan (US 3-month Treasury) melesat hingga melampaui yield obligasi AS berjangka waktu lebih lama, khususnya US 10-year Treasury. Akibatnya, spread antara US 3-month Treasury dan US 10-year Treasury berbalik menjadi negatif.

Baca Juga:   Dolar Tergelincir Karena Data Perumahan AS Yang Mengecewakan

Secara historis, pembalikan formasi yield obligasi AS seperti itu merupakan salah satu indikasi yang muncul sebelum terjadinya resesi di Amerika Serikat. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar mengenai kemungkinan terjadinya resesi hingga muncul aksi jual atas Dolar AS, meskipun pertumbuhan GDP AS masih ekspansif. Apalagi, sejumlah pakar dan pebisnis AS belakangan ini telah memperingatkan pula besarnya ancaman resesi atas perekonomian.

Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang akan dimulai kembali dalam pekan ini. Keduanya telah mencapai persetujuan terkait poin-poin yang mudah disepakati seperti upaya pengurangan defisit dagang AS terhadap China. Namun, sejumlah aspek krusial lainnya masih diperdebatkan, khususnya masalah perlindungan hak kekayaan intelektual.

Pergerakan pasangan mata uang USD/CNY selip sebesar 0.07 persen ke level 6.7112 dalam perdagangan hari ini. Hal itu terjadi beberapa saat seusai gubernur bank sentral China mengungkapkan bahwa mereka telah menarik diri dari intervensi mata uang harian dan semakin banyak partisipan pasar yang mulai terbiasa dengan sistem nilai tukar mengambang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply