Dolar AS Melemah Meski Government Shutdown Berakhir

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) merosot drastis pada akhir pekan lalu, serta melemah lagi pada perdagangan sesi Asia hari Senin ini (28/1), walaupun Presiden AS Donald Trump bersedia menandatangani anggaran belanja sementara yang mengakhiri periode Government Shutdown yang telah berlangsung sejak sebelum Natal 2018. Saat berita ditulis, DXY bergerak di kisaran 95.73, level terendahnya sejak tanggal 15 Januari lalu.

Dolar AS Melemah Meski Government Shutdown Berakhir

Pada akhir pekan, Presiden AS Donald Trump akhirnya bersedia menandatangani anggaran sementara yang akan mendanai kembali lembaga-lembaga federal tanpa mengalokasikan sepeserpun bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, setidaknya hingga 15 Februari mendatang. Hal ini sedikit melegakan pelaku pasar yang sempat dikacaukan oleh kabar batal rilisnya sejumlah data ekonomi penting akibat Shutdown tersebut, walaupun kemungkinan konflik serupa mengemuka kembali bulan depan.

“Pembukaan kembali pemerintah Federal setelah penutupan selama satu bulan mendorong reli ‘risk on’ pada ekuitas AS dan memangkas permintaan atas mata uang safe haven seperti USD, (sehingga) mengakibatkan penurunan tajam indeks Dolar pada Jumat lalu,” ujar Margaret Yang, analis pasar di CMC Markets.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 27/11/2018 - ANTAM RAIH DUA PERINGKAT EMAS DALAM SNI AWARD 2018

Sementara itu, perhatian pelaku pasar beralih ke jadwal rapat kebijakan Federal Reserve (FOMC Meeting) yang akan digelar selama dua hari mulai Selasa besok (29-30 Januari). Para spekulan bertaruh bahwa Fed akan mensinyalkan penghentian siklus kenaikan suku bunga. Ketua Fed Jerome Powell pun diprediksi bakal mengakui meningkatnya risiko yang dihadapi perekonomian AS, seiring dengan melemahnya momentum pertumbuhan global.

“Arah umum Dolar masih menurun dan pasar akan mencari petunjuk dari FOMC pekan ini,” kata Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang dari Bank of Singapore, “Fed kemungkinan sekali akan mempertahankan suku bunga tetap tahun ini dikarenakan kondisi pertumbuhan ekonomi di luar AS.”

Menjelang akhir sesi Asia, Dolar AS tercatat sideways versus Euro pada kisaran 1.1411, dan terhadap Poundsterling di sekitar level 1.3192. Namun, Greenback tertekan terhadap mata uang Safe Haven maupun Comdoll. Pasangan mata uang AUD/USD meningkat 0.20 persen ke level 0.7194, NZD/USD naik 0.35 persen ke level0.6863, dan USD/JPY merosot 0.21 persen ke level 109.31.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply