Dolar AS Melemah, Pasar Tunggu 4 Event Penting Minggu Ini

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terpuruk di kisaran 97.55 menjelang pembukaan sesi New York hari ini (10/12). Trader dan investor telah dihantam beragam kekecewaan dalam pekan lalu, sehingga volatilitas cenderung minim menjelang serangkaian event penting dalam pekan ini.

Perang dagang AS-China mendekati titik kulminasi terbarunya, sedangkan bank sentral AS (Federal Reserve) dan bank sentral Eropa (ECB) dijadwalkan menggelar rapat kebijakan. Pemilu Inggris juga akan menghadirkan risiko cukup tinggi bagi pasangan mata uang GBP/USD yang saat ini menduduki rekor tertinggi tujuh bulan.

Dolar AS Melemah, Pasar Tunggu 4 Event Penting Minggu Ini

Menjelang akhir pekan lalu, Penasehat Gedung Putih Larry Kudlow kembali menegaskan bahwa kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat dan China harus selesai sebelum tenggat waktu 15 Desember mendatang. Apabila kesepakatan belum diteken hingga saat itu, maka Washington bakal menaikkan tarif impor terhadap USD156 Miliar produk asal China yang mencakup produk konsumsi seperti gadget dan mainan.

Bloomberg melaporkan bahwa Menteri Agrikultur Sonny Perdue mengklaim tarif impor tersebut takkan diberlakukan. Namun, investor dan trader menanggapi situasi tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan mereka.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 18/07/2019 - BANK SENTRAL KORSEL TURUNKAN PROSPEK PERTUMBUHAN EKONOMI 2019

“Ada risiko di dua sisi,” kata Imre Speizer, seorang analis forex dari Westpac, “Perdagangan masih jadi faktor yang tak menentu, tetapi saya kira pasar masih cukup berminat mencari risiko. Semua pergerakan ini hanyalah asap dan kebisingan dan tak benar-benar memberitahu Anda apa yang (sebenarnya) terjadi. Positif secara hati-hati akan menjadi nuansa keseluruhan.”

“Risiko pasar menjadi binary,” ujar Michael McCarthy dari CMC Markets Sydney, “Sebuah kesepakatan (antara AS-China) akan mendorong perdagangan pro-pertumbuhan, sedangkan tarif baru akan membuat sentimen kolaps massal.”

Sementara itu, sejumlah event penting lain juga bakal jadi sorotan. Pertama, jadwal rapat kebijakan The Fed dan ECB. Pelaku pasar hampir yakin bahwa kedua bank sentral itu tidak akan mengubah kebijakan dalam rapat pekan ini, tetapi ada pertanyaan besar mengenai panduan kebijakan ke depan yang mungkin disampaikan dalam pernyataan resmi pasca rapat.

Pasangan mata uang GBP/USD juga jadi pusat perhatian utama, sehubungan dengan jadwal digelarnya pemilu dalam dua hari ke depan. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa partai Konservatif memperoleh kenaikan dukungan dan bakal meraih kemenangan mayoritas. Hal itu mendorong penguatan pesat Sterling ke rekor terkuat versus Greenback. Akan tetapi, masih ada beberapa risiko besar.

Baca Juga:   AUD / USD Jatuh Setelah Menit The Reserve Bank of Australia (RBA)

“Jika perhitungan para bandar Inggris merupakan panduan yang cukup beralasan bagi eksepktasi pasar untuk pemilu hari Kamis, maka sulit sekali menyaksikan hasil yang lebih bullish bagi GBP,” kata Adam Cole dari RBC Capital Markets, “Namun terlepas dari keyakinan pasar terhadap prediksi kemenangan Konservatif, ada beberapa ketidakpastian pesar (terkait berapa orang yang akan memanfaatkan hak memilihnya serta besarnya jumlah undecided voters).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply