Dolar AS Melemah Setelah Rilis Data PPI Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) sempat melejit ke level tertinggi empat hari pada kisaran 95.93 setelah rilis data GDP Jerman yang menumbangkan nilai tukar rival terdekatnya, Euro. Namun, reli Greenback dijegal oleh rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih buruk dari ekspektasi pada awal sesi New York. Saat berita ditulis, indeks Dolar AS telah menurun hingga level 95.75.

Dolar AS Melemah Setelah Rilis Data PPI Mengecewakan

US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) merosot 0.2 persen (Month-over-Month) pada bulan Desember, padahal sebelumnya konsensus memperkirakan hanya akan terjadi penurunan 0.1 persen saja setelah mencetak kenaikan 0.1 persen pada periode November. PPI Inti juga mengalami penurunan sebesar 0.1 persen, meski diekspektasikan naik 0.2 persen.

Sementara itu, Federal Reserve Bank of New York mengumumkan data NY Empire State Manufacturing Index di tempat berbeda dengan hasil yang sama mengecewakannya. Indeks sentimen bisnis di negara bagian New York tersebut merosot dari 11.50 menjadi 3.90 pada bulan Januari ini, jauh lebih buruk dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 10.75. Rangkaian data ini memperkuat perkiraan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan moneter AS, karena beberapa waktu lalu pimpinan bank sentralnya menyatakan akan lebih berhati-hati dalam perubahan suku bunga dengan ekspektasi laju inflasi tetap stabil.

Baca Juga:   China Berencana Memotong Tarif Impor Secepatnya Di Bulan Oktober : Bloomberg

Pelaku pasar saat ini masih memantau perkembangan terkait rencana voting draft kesepakatan Brexit di Parlemen Inggris, sembari menantikan pidato pejabat Federal Reserve, Neil Kashkari, sekitar tengah malam nanti. Event pertama kemungkinan berimbas lebih besar ketimbang event kedua, tetapi sama-sama berpotensi menjadi market mover.

Hasil akhir dari voting draft Brexit diperkirakan kekalahan total bagi PM Theresa May dengan ditolaknya kesepakatan tersebut oleh mayoritas anggota parlemen. Namun, ada simpang-siur terkait konsekuensi dari penolakan tersebut terhadap Poundsterling dan mata uang lainnya di pasar keuangan. Sebagian analis memproyeksikan minat risiko pasar akan langsung merosot setelah PM May kalah, sehingga Pounds dan mata uang komoditas ambruk dan mendongrak Dolar AS beserta mata uang Safe Haven lainnya. Namun, sebagian pakar memprediksi efeknya takkan besar, karena pelaku pasar saat ini sudah memperhitungkan kekalahan PM May.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply