Dolar AS Melemah, Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Meningkat

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS melemah lebih dari 0.1 persen ke level 97.45 dalam perdagangan hari Jumat ini (18/10). Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam bulan ini kembali menanjak, padahal sempat berkurang di awal pekan. Serangkaian laporan ekonomi dari negeri Paman Sam mendorong keyakinan mengenai dibutuhkannya stimulus ekonomi yang lebih gencar.

Dolar AS Melemah

Sejumlah data ekonomi AS pekan ini menunjukkan kinerja mengecewakan. Penjualan ritel tumbang, pembangunan hunian baru merosot, sedangkan produksi industri menurun 0.4 persen pada bulan September. Indeks Manufaktur yang dirilis oleh Federal Reserve Philadelhia kemarin juga menampilkan penurunan tajam, padahal wilayah tersebut sebelumnya dikenal tak banyak terimbas perang dagang. Kombinasi beragam laporan tersebut memicu peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dalam rapat tanggal 30 Oktober mendatang.

“Data output manufaktur AS kemarin meningkatkan alasan untuk pemangkasan suku bunga Fed bulan ini lebih lanjut,” ujar Petr Krpata, pimpinan pakar strategi forex dari ING, “Meskipun jelas tidak positif bagi USD, tetapi sejauh Fed mengikuti naskah yang sama dengan selama bulan lalu (pendekatan reaktif, bukan proaktif, untuk menghadapai perlambatan data AS dengan komitmen awal terbatas untuk siklus pelonggaran moneter yang bermakna) ini semestinya memiliki efek negatif terbatas bagi USD.”

Baca Juga:   USD / CAD Lebih Tinggi, Data Perumahan Kanada Mengalahkan Ekspektasi

Krpata memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Desember dan Januari juga, tetapi menyatakan bahwa pergerakan-pergerakan itu takkan terlalu melemahkan Dolar, kecuali jika Ketua Fed Jerome Powell menyatakan komitmen untuk melakukan pemangkasan suku bunga terus menerus. Tanpa komitmen semacam itu, maka ekspektasi investor terhadap pertumbuhan ekonomi global kemungkinan tidak akan membaik.

Dolar AS termasuk mata uang safe haven, sehingga nilainya cenderung menguat ketika kondisi ekonomi global mengalami gejolak. Akan tetapi, posisinya saat ini cenderung goyah karena Inggris dan Uni Eropa dikabarkan telah mencapai kesepakatan brexit. AS dan China juga sudah menyepakati rancangan kesepakatan dagang fase-1. Secara umum, penurunan risiko geopolitik justru melemahkan posisi Greenback dalam jangka pendek.

“Faktor dukungan kritis yang mencegah pelemahan Dolar AS sebenarnya adalah jaminan bahwa Powell Fed akan terus menyediakan pelonggaran moneter pada setiap pembalikan (ekonomi) dan setidaknya mendahului atau tepat waktu dalam menyediakan pelonggaran lebih lanjut dalam bentuk pemangkasan suku bunga dan ekspansi neraca,” kata John Hardy, seorang pakar strategi dari Saxo Bank. Lanjutnya, “Kunci berikutnya dalam memapankan pergerakan menurun USD adalah FOMC (rapat kebijakan Federal Reserve -red).”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply