Dolar AS Melesat Berkat Pudarnya Ancaman Shutdown

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melonjak sekitar 0.4 persen ke kisaran 97.70 dalam perdagangan hari ini (23/7). Penurunan sentimen risiko pasar menjelang rapat bank sentral Eropa (ECB) mendorong minat beli Greenback. Kabar mengenai disepakatinya batas atas utang negara di Parlemen AS juga turut mendorong apresiasi Doalr AS, karena menghapus kemungkinan terjadinya US Government Shutdown lagi hingga dua tahun ke depan.

Dolar AS Melesat Berkat Pudarnya Ancaman Shutdown

Pada hari Selasa, anggota parlemen AS dari partai Republik dan Demokrat sepakat menandatangani anggaran pemerintah AS untuk dua tahun mendatang, atau tepatnya sampai seusai pemilihan presiden AS berikutnya. Kesepakatan itu menghapus salah satu sumber ketidakpastian penting terkait Dolar AS, sekaligus memungkinan para politisinya untuk berfokus pada isu krusial lain seperti perang dagang dan konflik dengan Iran.

“Parameter anggaran dalam kesepakatan itu mengandung relatif lebih banyak stimulus (fiskal) dibandingkan ekspektasi,” ungkap Hans Redeker dari Morgan Stanley. Hal ini mendukung penguatan USD, khususnyaversus Euro. Ia menambahkan, “Dalam tiga hari terakhir, DXY telah rebound dari Moving Average 200-Day. Kesepakatan batas atas utang mengisyaratkan bahwa koreksi USD bisa diperpanjang untuk beberapa hari lagi, menempatkan support EURUSD 1.1185 dalam tekanan. Kemungkinan menembus level ini telah meningkat, tetapi kami memperkirakan (EURUSD) itu tidak akan tembus ke bawah level terendah Juni pada 1.1110.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 09/08/2019 - HUAWEI LUNCURKAN OS HONGMENG UNTUK SMARTPHONE DAN PERALATAN LAINNYA

Salah satu faktor yang membebani Euro saat ini adalah kemungkinan pemangkasan suku bunga kejutan pada rapat ECB hari Kamis mendatang. Di sisi lain, bank sentral AS (Federal Reserve) baru akan menggelar rapat pada pekan depan. Dengan proyeksi pertumbuhan kian menurun, Fed juga diperkirakan akan memangkas suku bunga, tetapi pelaku pasar kemungkinan masih akan memantau beragam data.

Data GDP Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis hari Jumat depan akan disoroti. Khususnya, investor dan trader akan mengukur apakah Fed bakal memangkas suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin, serta apakah Fed akan memangkas suku bunga satu kali saja atau beberapa kali dalam tahun ini. Pertumbuhan GDP kuartal II/2019 yang meleset dari ekspektasi, bisa memicu kemerosotan USD dalam jangka pendek.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply