Dolar AS Melonjak Akibat Kelemahan Euro dan Pounds

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS tercatat telah melonjak 0.43 persen pada level 97.33, kembali di level tertingginya sejak Juni 2017, pada awal perdagangan sesi New York hari Senin ini (12/November). Penguatan Dolar AS bukan hanya ditunjang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember mendatang, melainkan juga oleh pekatnya kekhawatiran pasar di tengah ketidakpastian masalah rancangan anggaran Italia dan negosiasi Brexit.

Dolar Melonjak Akibat Kelemahan Euro dan Pounds

Pasca rapat kebijakan moneternya pekan lalu, bank sentral AS (Federal Reserve) kembali mengikrarkan komitmennya untuk melanjutkan rencana kenaikan suku bunga lanjutan, dengan alasan perekonomian masih tumbuh kuat dan pertumbuhan gaji masih tinggi. Hal ini telah mendorong Dolar AS ditutup naik pada hari Jumat.

Awal pekan ini, reli Greenback ditunjang lagi oleh peralihan dana dari aset-aset berisiko. Penyebabnya ada tiga, yakni perlambatan ekonomi China, ketidakpastian seputar negosiasi Brexit, dan sikap Italia yang bersikukuh mempertahankan rencana defisit anggaran besar meskipun sudah diprotes oleh Uni Eropa.

“Indeks Dolar kokoh sepanjang pekan lalu, bertolak naik lagi setelah (rilis) hasil Midterm Elections (Amerika Serikat). Ke depan, pergerakan akan digerakkan oleh perkembangan seputar anggaran Italia dan politik Brexit,” ungkap Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore, pada Reuters.

Baca Juga:   Outlook Minyak Mentah Berjangka Mingguan : 13 - 17 Maret 2017

Memasuki sesi New York, pasangan mata uang EUR/USD telah ambruk 0.60 persen ke level 1.1267 dalam perdagangan intraday, sementara USD/JPY cenderung sideways di kisaran 113.85. Uni Eropa telah memberi Roma tenggat waktu hingga hari Selasa besok untuk memperbaiki rencana anggarannya yang kontroversial, tetapi belum ada indikasi kalau Italia bakal merubah sikap. Di sisi lain, GBP/USD sempat lumpuh nyaris 1 persen ke 1.2827 akibat alotnya negosiasi Brexit, tetapi bangkit lagi ke kisaran 1.2914 setelah beredarnya kabar bahwa teks kesepakatan sudah hampir siap.

Rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve membuat daya tarik Dolar AS sebagai aset Safe Haven meningkat. Pasalnya, mata uang lain yang dianggap sebagai Safe Haven juga, yaitu Yen Jepang dan Franc Swiss, masih berada di bawah kebijakan suku bunga di bawah nol.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply