Dolar AS Menggeliat Pasca Rilis Data PPI Maret 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menanjak 0.2 persen hingga mencetak level tertinggi harian pada kisaran 97.13, setelah rilis data inflasi produsen pada sesi New York hari ini (11/4) menunjukkan laju lebih tinggi dibandingkan ekspektasi awal. Meskipun masih dibebani oleh muatan notulen rapat bank sentralnya yang lebih dovish, tetapi Greenback berhasil menguat versus Euro, Sterling, dan sebagian besar mata uang mayor lainnya.

Dolar AS Menggeliat Pasca Rilis Data PPI Maret 2019

US Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa Producer Price Index (PPI) mengalami kenaikan solid 0.6 persen (Month-over-Month) pada bulan Maret 2019, sehingga mendongkrak inflasi produsen tahunan dari 1.9 persen menjadi 2.2 persen (Year-on-Year). Semenatar itu, indeks inti (Core PPI) juga menanjak 0.3 persen (Month-over-month), lebih baik ketimbang kenaikan 0.1 persen pada periode Februari maupun ekspektasi kenaikan 0.2 persen yang diharapkan oleh para ekonom.

Lebih lanjut, lembaga terpisah juga melaporkan bahwa data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat hanya naik 196k selama pekan lalu. Ini merupakan angka terendah dalam empat bulan terakhir, dan jauh lebih baik ketimbang estimasi yang dipatok pada 211k. Konsekuensinya, rerata klaim pengangguran empat mingguan pun menurun dari 214k menjadi 207k saja.

Baca Juga:   JPY dan CHF Menguat Akibat Instabilitas Politik AS

Kedua data ekonomi tersebut berhasil mendongkrak yield obligasi pemerintah AS serta indeks dolar, dikarenakan posisinya yang jauh lebih baik ketimbang kabar fundamental terbaru dari beberapa negara asal mata uang mayor lainnya.

Menurut Pablo Piovano dari FXStreet, “DXY terus menerus mengikuti tren minat risiko secara umum, sementara berita-berita yang terus datang mengenai perkara (konflik) perdagangan AS-China dan AS-Uni Eropa ikut berkontribusi pada pergerakan harga. Pandangan yang beragam dalam notulen FOMC menekankan posisi netral Fed (bank sentral AS) dalam beberapa bulan ke depan, meskipun potensi kenaikan suku bunga belum bisa dicabut untuk sementara ini.”

“Dari sisi positif Greenback, kami menemukan fundamental AS yang solid, daya tariknya (sebagai) aset safe haven, dan selisih yield yang menarik versus rival-rivalnya, serta statusnya sebagai mata uang cadangan dunia. Ini, plus prospek netral/bullish-nya Fed yang berhadapan dengan pergeseran dovish di negara-negara G10, diekspektasikan akan menjaga setiap koreksi (Dolar AS) tetap dangkal untuk sementara .”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply