Dolar AS Menguat Akibat Kekhawatiran Tentang Pertumbuhan Ekonomi Global

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.15 persen ke kisaran 96.79, level tertinggi dalam dua pekan, pad awal sesi New York hari Selasa ini (5/3). Di tengah antisipasi pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi AS nanti malam, minat risiko merosot akibat eskalasi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. Penyebabnya adalah keputusan China untuk menentukan target pertumbuhan ekonomi lebih rendah tahun ini.

Dolar AS Menguat Akibat Kekhawatiran Tentang Pertumbuhan Ekonomi Global

Dalam pembukaan acara tahunan National People’s Congress hari ini, otoritas China mengumkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6.0-6.5 persen untuk tahun 2019. Artinya, pertumbuhan ekonomi selama setahun ke depan diekspektasikan bakal lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 6.6 persen yang dicapai pada tahun 2018. Padahal, laju pertumbuhan 6.6 persen pada tahun 2018 itu saja sudah termasuk rekor terendah dalam tiga dekade terakhir.

Guna menanggulangi perlambatan ekonomi, Pemerintah China merilis sejumlah paket kebijakan baru, termasuk pengurangan pajak, kenaikan investasi infrastruktur, serta diluncurkannya pinjaman berbunga ringan bagi perusahaan-perusahaan kecil. Meski demikian, para analis menilai kalau China masih mengemban beban berat dalam memulihkan situasi.

Baca Juga:   USD / CAD Lebih Rendah Karena Adanya Pembaruan Anggaran Kanada

“Pinjaman terselubung oleh sistem perbankan rentenir telah kolaps. Dan peningkatan (kasus) pailit menunjukkan betapa sistem finansial masih sangat rentan krisis,” ujar Max Zenglein, seorang ekonom dari Mercator Institute for China Studies (MERICS), kepada Deutsche-Welle. Lanjutnya, “Bagi pemerintah (China), memerangi risiko dalam sistem finansial masih menjadi area kunci untuk memastikan stabilitas ekonomi dalam tahun 2019.”

Konflik perdagangan antara AS-China juga menyajikan ancaman lain bagi stabilitas negeri ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, karena banyak pabrikan terpaksa mensuspen operasional akibat rendahnya pesanan. Namun, perundingan dagang antara AS-China masih terus berlanjut hingga saat ini. Walaupun ada rumor kalau kedua belah pihak siap menghapus tarif impor yang telah diterapkan sejak awal perang dagang, tetapi belum diketahui kapan hal itu akan dilakukan.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat justru melaju lebih tinggi dari ekspektasi pada kuartal keempat tahun lalu. Dalam situasi perang dagang, pelaku pasar menganggap perekonomian AS lebih tangguh daripada China, walaupun ketergantungan China pada perdagangan internasional telah berkurang dalam beberapa waktu belakangan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply