Dolar AS Menguat Dari Level Terendah Tiga Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS berupaya menguat pada perdagangan sesi Eropa (10/1), setelah sempat terpuruk di level terendah tiga bulan pasca rilis notulen FOCM dini hari tadi. Walaupun Dolar AS masih tertekan karena pudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga tahun 2019 ini, tetapi pelemahan mata uang mayor lainnya cenderung mendongkrak Greenback. Saat ulasan ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) telah menguat 0.10 persen di kisaran 95.23.

Dolar AS Menguat Dari Level Terendah Tiga Bulan

Rangkuman notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS (FOMC) bulan Desember menunjukkan bahwa sebagian pengambil kebijakan tak ingin menaikkan suku bunga dalam tahun 2019. Hal ini berhubungan dengan laju inflasi yang lebih lambat serta berbagai risiko pasar yang diproyeksikan akan terus meningkat.

“The Fed telah mengakui kekhawatiran pasar dengan notulennya. Pasar jelas membacanya sebagai posisi yang lebih akomodatif,” ujar Michael McCarthy, pimpinan pakar strategi pasar di CMC Markets, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Selain itu, McCarthy mengungkapkan adanya faktor lain yang mengakibatkan Dolar AS loyo. Katanya, “Optimisme mengenai negosiasi perdagangan AS-China mendorong sentimen risiko pula…(sementara) reli tajam harga minyak juga mengindikasikan fakta bahwa kekhawatiran mengenai pertumbuhan global kemungkinan terlalu berlebihan.”

Baca Juga:   BERITA SAHAM SELASA 23/07/2019 - CSIS : TEKNOLOGI JADI LANDASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF

Negosiasi perdagangan AS-China yang dimulai pada hari Senin masih terus berlangsung. Pelaku pasar mengantisipasi kabar baik dari event tersebut, setelah beberapa pejabat dari kedua belah pihak menyampaikan pesan bernada positif pada media.

Sementara itu, sejumlah event dari berbagai negara lainnya justru mendorong penguatan Dolar AS. Tanda-tanda perlambatan ekonomi di Zona Euro serta ketidakpastian Brexit mendorong pelemahan Euro dan Poundsterling versus Dolar AS. Pergerakan harga minyak yang sangat volatile juga menghalangi reli mata uang-mata uang komoditas terhadap Greenback.

Dibandingkan dengan sejumlah negara mata uang mayor lain, data ekonomi AS cenderung lebih positif. Data Initial Jobless Claims yang dirilis malam ini menunjukkan peningkatan dari 233k menjadi 216k, lebih rendah dibandingkan ekspektasi awal yang dipatok pada 225k. Setelah data Nonfarm Payroll (NFP) Desember yang dipublikasikan awal bulan ini menunjukkan kenaikan signifikan, data Jobless Claims ini menjadi konfirmasi baru bahwa kondisi ketenagakerjaan AS masih prima.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply