Dolar AS Menguat, Dikukuhkan Oleh Kenaikan Yield Obligasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0.34 persen ke level 96.80 pada awal sesi New York hari Kamis ini (14/3) berkat dukungan kenaikan yield obligasi AS dan perbaikan sentimen risiko global. Selain itu, peningkatan tekanan yang diderita sebagian besar mata uang mayor juga turut memperbaiki minat pelaku pasar terhadap Greenback, setelah sempat melemah pasca rilis data indeks harga produsen pada hari Rabu.

Dolar AS Menguat

Yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahunan (10-year US Treasury) menggeliat naik ke level 2.63 persen pada sesi Asia hari ini, setelah menanjak ke level 2.62 persen pada hari Rabu. Sentimen risiko kian membaik menyusul kenaikan indeks saham Dow Jones sebesar nyaris 1 persen dari level terendah tiga bulan.

Rilis data klaim pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims) meningkat dari 223k menjadi 229k, melampaui perkiraan awal yang dipatok pada 225k. Namun, Dolar AS kemungkinan tetap akan dikukuhkan oleh yield obligasi yang disinyalir bakal mendaki lebih tinggi lagi, karena laporan indeks harga impor dan ekspor yang dirilis malam ini menunjukkan kenaikan melampaui ekspektasi.

Baca Juga:   Berita Saham BBRI Kamis 25/01/2018

Menurut US Department of Labor, indeks harga impor AS meningkat 0.6 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari 2019, atau dua kali lipat lebih tinggi ketimbang ekspektasi pertumbuhan yang diperkirakan sebelumnya. Indeks harga ekspor juga melaju pesat sebesar 0.6 persen (Month-over-Month) dalam periode yang sama, jauh mengungguli estimasi awal yang dipatok pada kisaran 0.1 persen.

Sementara itu, depresiasi Poundsterling di tengah pekatnya ketidakpastian brexit justru mendongkrak nilai tukar Dolar AS sebagai rival utamanya. Menjelang diselenggarakannya voting terkait brexit lagi pada dini hari nanti, pasangan mata uang GBP/USD telah merosot 0.55 persen ke level 1.3262. Euro ikut diseret oleh ketidakpastian yang sama, sehingga EUR/USD selip 0.23 persen ke kisaran 1.1300.

Yen juga mengalami pelemahan terhadap Dolar AS menjelang rapat kebijakan bank sentral Jepang, mendorong USD/JPY naik ke level tertinggi sepekan pada kisaran 111.60. Pasalnya, otoritas Jepang diperkirakan akan memangkas proyeksi ekonomi makro dalam pengumuman kebijakannya besok, walaupun kemungkinan mereka tidak merubah suku bunga maupun stimulus moneter.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply