Dolar AS Menguat Jelang Serangkaian Rilis Data Berdampak Tinggi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0.12 persen ke kisaran 96.20 menjelang pembukaan sesi New York hari Rabu ini (6/2). Pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump tadi pagi tak berpengarung besar terhadap Greenback, tetapi antusiasme pasar menjelang rilis sejumlah data berdampak tinggi malam ini mendorong aksi beli Dolar AS versus mata uang mayor lainnya yang didera rentetan kabar buruk.

Dolar AS Menguat Jelang Serangkaian Rilis Data Berdampak Tinggi

Dalam pidato “State of the Union” tadi pagi, Trump hanya memaparkan kembali berbagai pendapat lama-nya terkait masalah perdagangan dengan China dan konflik anggaran dengan Parlemen AS. Tanpa menyampaikan komentar baru yang menghebohkan, Trump menegaskan komitmennya untuk mendapatkan konsesi dagang yang lebih baik dari China serta mendapatkan anggaran memadai untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Merespons pidato presiden ke-45 AS tersebut, pelaku pasar cenderung netral. “Pidato Trump tak memuat kejutan apapun. Contohnya, ia tak mengumumkan kondisi darurat nasional (untuk menyelesaikan kebuntuan masalah anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko), juga tak menyampaikan pendapat menggemparkan mengenai China,” kata Ayako Sera dari Sumitomo Mitsui Trust kepada kantor berita Reuters.

Baca Juga:   Outlook Mingguan AUD / USD : 07 - 11 April 2014

Shusuke Yamada dari Bank of America Merrill Lynch juga menyampaikan, “Dolar berhasil mendapatkan dukungan meski yield obligasi pemerintah menurun, karena kombinasi nada dovish Federal Reserve dan data-data AS yang relatif kuat belakangan ini.”

Sementara itu, investor dan trader mengantisipasi pergerakan besar yang kemungkinan terjadi karena jadwal rilis sejumlah data berdampak tinggi mendadak dipindah ke sesi New York hari ini. Perilisan data-data seperti Durable Goods Orders dan Housing Starts sebelumnya sempat dibatalkan karena lembaga pemerintah yang bertugas mengelolanya telah kehabisan anggaran sehubungan dengan US Government Shutdown sejak Desember 2018. Setelah shutdown diakhiri, kini data-data tersebut sudah siap ditampilkan kembali ke depan publik.

Selain kedua data ekonomi tersebut, kalender forex juga memunculkan jadwal rilis data Gross Domestic Product (GDP) Amerika Serikat, Penjualan Ritel, serta Neraca Perdagangan dengan timing masih tentatif. Dampak gabungan keseluruhan data ini terhadap pasar keuangan, cukup sulit diproyeksikan. Namun, perubahan yang cukup besar bisa mendorong pelaku pasar merevisi outlook jangka pendek-menengah atas Dolar AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply