Dolar AS Menguat Karena Komentar Bullard dan Konflik Iran

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS cenderung menguat versus sebagian besar mata uang mayor dalam perdagangan hari Senin ini (22/7), sehubungan dengan spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga Fed dan memanasnya konflik di lepas pantai Iran. Indeks Dolar AS (DXY) menanjak sekitar 0.2 persen ke kisaran 97.23, sementara EUR/USD stagnan di kisaran 121.04 dan USD/JPY melonjak 0.17 persen ke level 107.90.

Dolar AS Menguat Karena Komentar Bullard dan Konflik Iran

Pada hari Jumat, Presiden Federal Reserve wilayah St Louis, James Bullard, menyampaikan secara eksplisit bahwa ia setuju untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir bulan ini. “Perekonomian melambat, hal mana benar-benar buruk. Tapi bagaimana jika (perekonomian) melambat lebih daripada yang kita kira, kemungkinan karena perang dagang? (Pemangkasan suku bunga) ini akan memberikan sedikit jaminan menghadapinya,” kata Bullard.

Saat ditanya mengenai apakah menurutnya Fed perlu memangkas suku bunag sebesar 50 basis poin dalam rapat minggu depan, Bullard menyatakan, “Saya kira kita tak perlu melangkah sejauh itu… Hal yang kritis di sini adalah (bagaimana) memfokuskan inflasi dan ekspektasi inflasi”. Ia juga menghimbau agar Fed tidak “berlebihan” ketika ditanya mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga sebanyak 3 atau 4 kali dalam tahun ini.

Baca Juga:   Berita Saham MLPL SELASA 20/02/2018

Pernyataan Bullard tersebut secara efektif menghapuskan ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga hingga 50 basis poin yang sempat beredar pekan lalu. Konsekuensinya, Dolar AS menguat terhadap rival-rival utamanya dan yield obligasi AS mulai pulih kembali, meski pelaku pasar akan terus memantau perkembangan hingga gelaran rapat kebijakan Fed pada tanggal 30-31 Juli mendatang.

Sementara itu, Dolar AS juga diuntungkan oleh peningkatan minat safe haven setelah meletusnya konflik Iran-Inggris di selat Hormuz. Iran menyandera sebuah kapat tanker minyak Inggris pada akhir pekan, sebagai tindakan balasan atas penahanan tanker Iran di Gibraltar yang dituduh melanggar sanksi. Ini merupakan insiden kesekian kalinya, setelah AS dan Iran adu tembak drone dalam beberapa pekan terakhir. Hingga kini, Inggris belum menyatakan sikap apa yang akan diambilnya, kemungkinan karena masih dalam tahap krusial pemilihan perdana menteri yang hasilnya baru dirilis dalam dua hari ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply