Dolar AS Menguat Menjelang Rilis Data ISM Januari 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menguat lebih dari 0.1 persen di sekitar level 95.93, di tengah antisipasi pasar menjelang publikasi laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor manufaktur Amerika Serikat bulan Januari oleh lembaga riset ISM. Dolar AS terpantau unggul terhadap mayoritas mata uang mayor, menjelang pembukaan sesi New York.

Pasangan mata uang EUR/USD merosot 0.15 persen ke kisaran 1.1420, GBP/USD melorot 0.18 persen ke level 1.3012, dan USD/JPY masih sideways di sekitar 109.92. Dolar AS hanya takluk versus Aussie dan Kiwi, menyusul pernyataan kebijakan bank sentral Australia yang lebih optimistis ketimabang ekspektasi pasar pagi tadi. Namun, secara umum, pelaku pasar menantikan data ISM sebagai market mover utama hari ini.

Dolar AS Menguat Menjelang Rilis Data ISM Januari 2019

Penguatan Dolar AS hari ini ditunjang oleh pemulihan minat risiko pasar yang mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah AS. Menurut Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi mata uang di Mizuho Securities, “Pandangan yang terlalu optimistis pada negara-negara maju dan pandangan yang terlalu dovish atas (Federal Reserve) mulai memudar.”

Baca Juga:   Outlook Mingguan USD / CAD : 02 - 06 Desember

Perdagangan pasar relatif lesu pekan ini, sehubungan dengan ditutupnya sejumlah bursa Asia karena perayaan imlek. Sorotan pasar terpecah antara penguatan Dolar Australia dan jatuhnya Poundsterling. Meski demikian, laporan ISM nanti malam (22:00 WIB) bisa memicu pergerakan cukup besar di pasar keuangan.

Boris Schlossberg dari BK Asset Management mencatat dalam notanya bagi klien yang dikirim pada pertengahan sesi Eropa, “Pasar mengekspektasikan penurunan tipis (PMI Manufaktur ISM) ke 57.1 dari 58.0 pada bulan lalu, tetapi dikarenakan kuatnya data NFP (minggu lalu), pasar kini cenderung mengharapkan kenaikan (lebih tinggi dari ekspektasi). Angka berapapun yang selaras dengan konsensus akan membantu USD/JPY tetap naik, menopang narasi bahwa aktivitas ekonomi AS tetap lebih kokoh dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pasangan mata uang ini telah bergerak di sekitar level kunci 110.00 dalam 24 jam terakhir dan kejutan positif apapun dalam data dapat mendorongnya melewati level 110.00.”

Sebagaimana diketahui, data Non-farm Payroll (NFP) yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan peningkatan nyaris dua kali lipat dari ekspektasi. Walaupun tingkat pengangguran AS pada periode yang sama mengalami peningkatan, tetapi data NFP membangkitkan harapan pasar akan masih terbukanya peluang kenaikan suku bunga jika perlambatan ekonomi AS ternyata tak seburuk perkiraan sebelumnya. Pada gilirannya, ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut mendongkrak Greenback selama data-data ekonomi mendatang masih mengonfirmasi bias tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply