Dolar AS Menguat Pasca Kenaikan FFR September 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS cenderung flat versus mata uang-mata uang mayor tepat seusai pengumuman suku bunga bank sentral AS (Fed Funds Rate/FFR) dini hari tadi, tetapi perlahan melesat pada sesi Eropa (27/September). Saat berita ditulis, indeks Dolar AS (DXY) telah naik 0.22 persen ke kisaran 94.50. Nampaknya, pasar membutuhkan waktu untuk memahami efek pengumuman tersebut, meskipun sebenarnya Federal Reserve tidak memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakannya ke depan.

Dolar Menguat Pasca Kenaikan FFR 2018

Pasangan mata uang EUR/USD melandai 0.20 persen ke kisara 1.1715, GBP/USD juga turun 0.23 persen ke sekitar 1.3137 saat berita ditulis. Di saat yang sama, Dolar Komoditas menghadapi tantangan terbesar. AUD/USD melorot 0.32 persen ke 0.7232, NZD/USD berkurang 0.21 persen ke 0.6642, sedangkan USD/CAD melesat 0.34 persen ke 1.3061. Hanya Yen yang sanggup bertahan dengan posisi USD/JPY naik tipis 0.07 persen ke 112.79, tetapi itupun dikarenakan posisinya sudah dekat level tertinggi tahun ini.

Sesuai ekspektasi sebelumnya, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 2.25 persen kemarin. Ini merupakan kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan kedelapan sejak Quantitative Easing Tapering berakhir pada tahun 2015.

Baca Juga:   USD / CAD Bergerak Lebih Tinggi Setelah Data AS

Dalam pernyataannya pasca rapat FOMC, Fed mengonfirmasi tak ada perubahan pada arah kebijakn ke depan. Mereka memproyeksikan masih akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada bulan Desember dan tiga kali pada tahun 2019, serta satu tambahan pada tahun 2020. Bank sentral ini menghapus kata “akomodatif” pada pernyataannya mengenai arah kebijakan ke depan, tetapi menegaskan akan tetap berkomitmen pada normalisasi kondisi moneter.

Sebagian pelaku pasar menilai bahwa jika Federal Reserve tak lagi menganggap kebijakannya itu “akomodatif”, berarti mereka telah mendekati akhir dari siklus pengetatan moneternya, atau dengan kata lain, Fed akan berhenti menaikkan suku bunga. Pimpinan Fed, Jerome Powell, juga menyatakan bahwa ia tak memperkirakan akan ada kejutan kenaikan inflasi. Namun, para peserta rapat FOMC meningkatkan proyeksi mereka mengenai prospek pertumbuhan ekonomi AS tahun ini, sehingga pernyataan FOMC dinilai bullish oleh sebagian pelaku pasar yang lain. Apalagi, bank sentral-bank sentral negara maju lainnya masih cenderung mempertahankan kebijakan moneter longgar dan belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply