Dolar AS Menguat Seiring Reli Saham-saham Wall Street

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menanjak lebih tinggi dalam perdagangan hari Rabu ini (17/Oktober), di tengah antisipasi menjelang publikasi notulen rapat kebijakan Federal Reserve yang akan dilakukan pada esok dini hari (Waktu Indonesia Barat). Minat risiko pasar mulai membaik, sehingga saham-saham Wall Street mulai reli kembali, dan mengundang peningkatan minat beli Dolar AS.

Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Eropa, DXY telah menanjak 0.13 persen dalam perdagangan intraday ke kisaran 95.21. Pasangan-pasangan mata uang mayor nampak mengendur versus Greenback, dengan EUR/USD mencatat penurunan 0.14 persen dan GBP/USD anjlok 0.34 persen.

Dolar AS Menguat Seiring Reli Saham Wall Street

Pada penutupan perdagangan hari Selasa, indeks Dow Jones meroket 2.17 persen atau lebih dari 540 poin ke level 25,798.4. Kenaikan juga dialami oleh indeks S&P dan Nasdaq di Amerika Serikat, serta Nikkei 225 di Tokyo dan FTSE 100 di London. Tren pemulihan harga saham di seluruh dunia ini mengindikasikan peningkatan minat risiko pasar.

Biasanya, Dolar AS menguat ketika minat risiko menurun dan cenderung melemah saat minat risiko meningkat, dikarenakan fungsinya sebagai salah satu mata uang Safe Haven. Namun, korelasi antara Dolar AS dan minat risiko pasar nampaknya mengalami sejumlah anomali belakangan ini, hingga DXY bergerak selaras dengan saham-saham Wall Street.

Baca Juga:   Berita Saham BGTG RABU 21/02/2018

Manuel Oliveri, seorang pakar strategi forex di Credit Agricole London, mengatakan pada Reuters, “Dolar AS berkorelasi kuat dengan minat risiko dalam tahun ini, tetapi pada beberapa hari terakhir, kita menyaksikan korelasi ini melonggar sedikit. (Hal ini) mengindikasikan pasar membutuhkan data ekonomi yang lebih kuat untuk mendorong Dolar AS lebih tinggi lagi.”

Sementara itu, analis pasar dari Morgan Stanley memperingatkan agar lebih berhati-hati pada bullish-nya Dolar AS, karena kondisi finansial global nampaknya makin ketat. Pasalnya, kenaikan suku bunga Federal Reserve baru-baru ini telah menyusutkan persediaan Dolar AS di luar Amerika Serikat, sehingga mengetatkan kondisi likuiditas bagi negara-negara lainnya.

Perangkat Fedwatch Tool dari CME Group mengindikasikan probabilitas 77 persen akan ada kenaikan suku bunga lanjutan dari Fed pada bulan Desember mendatang. Pelaku pasar bakal memantau konfirmasi bagi kemungkinan tersebut pada rilis notulen rapat kebijakan Federal Reserve bulan September yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply