Dolar AS Merosot Akibat Anjloknya Ekspektasi Suku Bunga Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) menurun 0.28 persen ke level 95.93 pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (7/Januari). Pelemahan Greenback diakibatkan oleh merosotnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga AS tahun ini, setelah rilis data NFP dan pidato pimpinan Federal Reserve pada pekan lalu.

Dolar AS Merosot Akibat Anjloknya Ekspektasi Suku Bunga

Pada hari Jumat, US Bureau of Labour Statistics melaporkan bahwa Nonfarm Payroll (NFP) melonjak dari 176k menjadi 312k dalam bulan Desember 2018, melampaui ekspektasi awal pada 178k. Namun, tingkat pengangguran pada periode yang sama mengalami lonjakan dari 3.7 persen menjadi 3.9 persen.

Beberapa jam kemudian, pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan pesar dovish di depan forum American Economic Association. Katanya, laju kenaikan suku bunga tidak berada dalam sebuah jalur yang telah ditentukan dan akan sensitif pada risiko-risiko yang terjadi di pasar.

Meskipun NFP lebih baik dibandingkan ekspektasi, pernyataan Powell membuat pelaku pasar meragukan kalau bank sentral AS ini akan dapat menaikkan suku bunga sebanyak dua kali lagi tahun ini sebagaimana tercantum dalam dot plot yang dirilis Desember 2019. Padahal, Dolar AS meroket selama tahun 2018 lantaran Federal Reserve merupakan bank sentral utama satu-satunya yang melakukan pengetatan moneter. Akibatnya, pasca beredarnya pernyataan Powell, Greenback langsung tumbang.

Baca Juga:   Outlook Mingguan EURUSD : 08 - 12 Desember 2014

Terlepas dari itu, sejumlah analis menilai masih ada peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. “Data ketenagakerjaan yang kuat pada Jumat lalu mengindikasikan bahwa ketakutan mengenai resesi itu berlebihan,” ujar Philip Wee, pakar strategi mata uang di DBS, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

“Mengingat Fed hanya memproyeksikan penghentian kenaikan suku bunga, pasar agaknya bertindak berlebihan dengan menekan yield obligasi 2-tahunan dan 10-tahunan ke bawah Fed Funds Rate minggu lalu,” lanjut Wee, sambil mengatakan bahwa ia masih mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga dua kali lagi dalam tahun 2019.

Sementara itu, konflik antara Gedung Putih dan Parlemen AS yang mengakibatkan terjadinya US Government Shutdown sejak sebelum Natal, masih terus berlangsung. Bahkan, Presiden AS Donald Trump menegaskan siap mengumumkan kondisi darurat jika anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang diinginkannya tak dikabulkan. Padahal, jumlah lembaga pemerintah AS yang lumpuh operasionalnya terus bertambah, termasuk IRS yang menangani perpajakan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply