Dolar AS Naik Lagi Pasca Rilis Pending Home Sales

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada timeframe Hourly, indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan kenaikan di kisaran 96.40, meski data Pending Home Sales dan sejumlah laporan ekonomi Amerika Serikat lain dilaporkan lebih buruk pada Jumat malam ini (28/12). Nampaknya, DXY ingin memangkas penurunan yang dideritanya pada sesi Asia dan Eropa.

Dolar AS Merangkak Naik Lagi Pasca Rilis Pending Home Sales

National Association of Realtors melaporkan bahwa Pending Home Sales tercatat -0.7 persen (Month-over-Month) dalam bulan November. Angka tersebut lebih baik ketimbang -2.6 persen pada periode sebelumnya, tetapi berkebalikan dengan ekspektasi kenaikan +0.7 persen yang diharapkan oleh pelaku pasar. Secara nominal, angkanya juga jatuh dari 102.1 menjadi 101.4.

Sementara itu, Purchasing Managers Index (PMI) yang menjadi barometer iklim bisnis di kawasan Chicago, tergelincir dari 66.4 menjadi 65.4. Namun, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan penurunan ke level 62.0 yang diekspektasikan sebelumnya.

Secara keseluruhan, data-data ekonomi Amerika Serikat kali ini menekankan kembali kondisi yang beragam dan indikasi simpang siur yang mempersulit pengambilan keputusan oleh bank sentral. Sementara itu, konflik politik terkait silang pendapat Gedung Putih dan Parlemen AS mengenai anggaran pemerintah yang telah mengakibatkan US Government Shutdown sejak seminggu yang lalu, masih terus membayangi.

Baca Juga:   EUR / USD Naik Pada Data AS, Tetapi Keuntungan Terbatas

Beberapa jam lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menutup total perbatasan selatan AS, menghentikan kesepakatan perdagangan dengan Meksiko, serta memangkas dana bantuan; apabila anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang diinginkannya tak disetujui oleh Parlemen AS. Ancaman ini bisa merusak kesepakatan North America Free Trade Area (NAFTA) yang diperbarui beberapa waktu lalu antara AS, Meksiko, dan Kanada.

Menyusul kabar ini, pasangan mata uang USD/CAD langsung melonjak 0.20 persen ke level 1.3644. Beberapa bulan lalu, analis memperkirakan kalau pembatalan NAFTA akan jauh berdampak bagi Meksiko dan Kanada, dibandingkan bagi Amerika Serikat.

Kemerosotan minat risiko pasar yang muncul bersama beredarnya tweet menghebohkan Donald Trump tersebut juga menekan dolar komoditas lainnya. Pasangan mata uang AUD/USD langsung anjlok dan menghapus kenaikan 0.20 persen yang diperolehnya pada sesi Asia dan Eropa, sementara pasangan NZD/USD berupaya mempertahankan level 0.6700 setelah diperdagangkan sideways sepanjang hari ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply