Dolar AS Naik Tipis Pasca Rilis Indeks Philly dan Jobless Claims

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis ke level 96.10 setelah rilis Philadeplhia Fed Manufacturing Index dan Initial Jobless Claims, setelah nyaris stagnan dan cenderung tertekan sepanjang sesi Asia dan Eropa hari Kamis ini (17/1). Greenback mampu menggagalkan upaya rebound Euro, tetapi masih terpantau melemah versus Pounds dan Yen. Posisi EUR/USD kembali ke level pembukaan 1.1391, GBP/USD meningkat 0.24 persen ke 1.2910, sedangkan USD/JPY anjlok 0.22 persen ke elvel 108.84.

Dolar AS Naik Tipis Pasca Rilis Indeks Philly dan Jobless Claims

Federal Reserve kawasan Philadelphia melaporkan bahwa indeks manufaktur kawasannya melonjak dari 9.1 menjadi 17.0 pada periode Januari. Namun, aspek ketenagakerjaan dalam laporan ini merosot dari 19.1 menjadi 9.6, walaupun kondisi bisnis meningkat dari 29.9 menjadi 31.2 dan pesanan baru tergandakan dari 13.3 menjadi 21.3. Terlepas dari itu, positifnya data yang akrab disebut “Indeks Philly” ini mendukung ekspektasi Gross Domestic Product Amerika Serikat yang cukup solid untuk kuartal pertama tahun 2019, walaupun belum tentu mendongkrak prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Dalam laporan berbeda, Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan bahwa klaim pengangguran minggu lalu berkurang dari 216k menjadi 213k, menepis ekspektasi kenaikan jadi 219k yang sebelumnya diperkirakan pelaku pasar. Rerata klaim pengangguran empat mingguan juga menurun dari 221.75k menjadi 220.75k.

Baca Juga:   NZD / USD Jatuh Tapi Kerugian Terlihat Terbatas

Sementara itu, Boris Schlossberg dari BK Asset Management mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini yang tengah menantikan katalis penting justru menopang Dolar AS, dalam sebuah catatan yang dikirim beberapa jam sebelum rilis indeks Philly. Katanya, “Dengan tiadanya data ekonomi (berdampak besar) dan arus berita sedikit, pasar mata uang sangat sepi hari ini mengikuti kisaran 20 pip pada kebanyakan pasangan mata uang, tetapi nadanya condong pada sisi risk-off, sedikit membantu Dolar dan Yen.”

Lanjutnya lagi, “Dengan voting Brexit berlalu, US Government Shutdown berada pada kebuntuan dan negosiasi AS-China menunjukkan sedikit perkembangan, pasar masih berada pada posisi membeku (karena) menunggu katalis baru.”

Dari negeri jiran Amerika Serikat, lembaga Automatic Data Processiing (ADP) merilis data ketenagakerjaan Kanada yang memburuk dari +74.0k menjadi -13.0k. Kabar ini makin membebani mata uang Dolar Kanada yang akhir tahun lalu terhantam anjloknya harga minyak mentah. Saat berita ditulis, pasangan USD/CAD telah melonjak 0.43 persen dalam perdagangan intraday ke level 1.3313.

Baca Juga:   Berita Saham PTPP RABU 28/02/2018

 

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply