Dolar AS Pertahankan Momentum Pasca Rilis Data ISM

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar AS mempertahankan kenaikannya terhadap sebagian mata uang mayor dan mayoritas mata uang negara berkembang dalam perdagangan hari Rabu ini (5/September). Pasalnya, di tengah eskalasi konflik perdagangan dengan berbagai negara dan kemelut krisis yang melanda sejumlah wilayah, Amerika Serikat menampilkan profil ekonomi yang tetap perkasa.

Menjelang pembukaan sesi New York, Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 95.46, setelah sempat mencapai 95.66 pada sesi perdagangan sebelumnya. Dolar AS terpantau menguat 0.14 persen versus Yen Jepang ke 111.59 dan bergerak sideways terhadap Euro, walaupun mengendur terhadap mata uang mayor lainnya.

Dolar AS Pertahankan Momentum

Aksi beli Dolar AS oleh investor global berlanjut, setelah pihak berwenang di Argentina menaikkan suku bunga hingga 68 persen. Langkah tersebut gagal menanggulangi ketakutan pelaku pasar mengenai peningkatan risiko investasi di negara-negara berkembang, khususnya bagi kawasan yang memiliki banyak utang valas dan dilanda defisit Neraca Transaksi Berjalan pada saat yang sama.

Amerika Serikat justru menampilkan kinerja ekonomi kuat di tengah berbagai masalah tersebut. Bank sentral AS (Federal Reserve) diekspektasikan bakal menaikkan suku bunga sebanyak dua kali lagi dalam tahun ini, sejalan dengan peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 23/07/2018 - BANK BNI BERI DISKON TIKET ASIAN GAMES

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa indeks pengukur performa sektor manufaktur meningkat dari 58.1 pada bulan Juli menjadi 61.3 pada bulan Agustus 2018. Angka indeks di atas ambang 50 mengindikasikan ekspansi semua aktivitas ekonomi dalam sektor tersebut. Selain itu, PMI Manufaktur kali ini juga melampaui estimasi awal yang dipatok pada 57.6.

PMI Manufaktur yang melesat secara tak terduga tersebut mendorong peningkatan keyakinan mengenai prospek kenaikan suku bunga Federal. Menurut laporan Wall Street Journal, Fed Funds Futures yang merekam pertaruhan investor mengenai arah kebijakan bank sentral, memprediksi ada 75 persen probabilitas Fed menaikkan suku bunga, naik dari 67 persen pada satu bulan lalu.

Dalam beberapa hari ke depan, pasar masih akan menyoroti data-data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data ketenagakerjaan. ADP Nonfarm Employment Change akan dirilis hari Kamis (19:15 WIB) dan Non-farm Payroll (NFP) akan dirilis pada hari Jumat (19:30 WIB). Keduanya diekspektasikan menunjukkan performa moderat. Namun, apabila data aktual melampaui ekspektasi, maka dapat menjadi alasan baru bagi Dolar AS untuk reli.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply