Dolar AS Rapuh Jelang Pengumuman Suku Bunga Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar 97.13 sepanjang sesi Asia hingga pembukaan sesi Eropa hari Selasa ini (18/12). Walaupun masih dekat dengan level tertinggi tahun ini yang tercapai akhi pekan lalu, tetapi Dolar AS menjadi rapuh karena simpang siurnya spekulasi pasar menjelang pengumuman suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve) pada hari Kamis depan.

Dolar AS Rapuh Jelang Pengumuman Suku Bunga Fed

Baru-baru ini, para pejabat Fed mulai berhati-hati dalam menyikapi pertanyaan mengenai outlook kebijakan ke depan, dan berulangkali mengutip perubahan sentimen ekonomi global. Karenanya, meskipun Federal Reserve kemungkinan tetap menaikkan suku bunga bulan ini, tetapi prospek kenaikan suku bunga berikutnya dipertanyakan.

“Kami mengekspektasikan kenaikan suku bunga yang dovish oleh Fed. Data-data tidak cukup buruk bagi bank sentral untuk tak menaikkan suku bunga pada bulan Desember,” ujar Rodrigo Catril, pakar strategi mata uang senior di NAB. Lanjutnya lagi, “Yen Jepang dan Franc Swiss agaknya mengambil alih mantel safe haven dari Greenback untuk sementara ini.”

Baca Juga:   Minyak Merosot Di Tengah Penurunan Pasar Saham, Para Pedagang Menunggu Pertemuan OPEC

Proyeksi dot plot yang keluar pasca rapat kebijakan bulan September menunjukkan prospek kenikan suku bunga tiga kali lagi pada tahun 2019, tetapi pelaku pasar kini memperkirakan Fed akan merubahnya menjadi satu saja. Hal ini membebani Dolar AS sekarang. Namun, apabila Fed ternyata kukuh mempertahankan rencana awal, maka Dolar AS punya peluang menguat.

“Kebanyakan investor mengekspektasikan bank sentral untuk bersikap kurang hawkish, sehingga jika Fed memperjelas bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih dibutuhkan dan ada ruang untuk tiga kali kenaikan lagi, maka Dolar akan meroket, terlepas dari kekhawatiran Powell tentang perekonomian,” ujar Kathy Lien dari BK Asset Management, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Satu rapat kebijakan bank sentral lain juga diperhatikan oleh pelaku pasar pekan ini, walaupun tingkat kepentingannya lebih rendah dibandingkan pengumuman suku bunga Fed. Bank of Japan (BoJ) diekspektasikan tetap mempertahankan kebijakan ultra longgar dengan suku bunga negatif dan program pembelian obligasi masif dalam rapat tanggal 19-20 Desember 2018. Dalam konteks ini, meski USD/JPY sekarang diperdagangan -0.23 persen pada level 112.58, tetapi kekuatan Yen tetap tidak sesolid Dolar AS, jika Fed mempertahankan prospek tiga kali kenaikan suku bunga tahun depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply