Dolar AS Reli Pasca Rilis Data PMI dan Sentimen Konsumen

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) melesat sekitar 0.2 persen ke kisaran 98.14 pada sesi New York hari ini (22/11), sehubungan dengan rilis data PMI dan Sentimen Konsumen AS yang lebih baik dibandingkan ekspektasi awal. Greenback berhasil unggul versus sebagian besar mata uang mayor, termasuk Yen Jepang, Euro, dan Poundsterling. Datarnya data ekonomi Zona Euro yang dirilis lebih awal juga ikut mendorong penguatan Dolar AS secara lebih signifikan.

Dolar AS Reli Pasca Rilis Data PMI dan Sentimen Konsumen

Hasil survei Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dilaksanakan oleh Markit bulan ini terhadap perusahaan-perusahaan sektor manufaktur Amerika Serikat menunjukkan perbaikan indeks dari 51.3 menjadi 52.2, meskipun para ekonom sebelumnya hanya memperkirakan skor akan naik sampai 51.5. Indeks untuk sektor jasa juga mencuat dari 50.6 menjadi 51.6, jauh di atas estimasi yang dipatok pada 51.0. Secara kumulatif, PMI komposit AS meningkat sesuai estimasi dari 50.9 menjadi 51.9.

Kurang dari satu jam kemudian, data sentimen konsumen versi University of Michigan (UoM) juga menampilkan kinerja yang mengungguli ekspektasi dari hasil survei bulan November. Indeks sentimen konsumen meningkat dari 95.5 menjadi 96.8, meskipun para ekonom sebelumnya memperkirakan akan terjadi penurunan hingga 94.9. Indeks ekspektasi konsumen juga naik dari 84.2 menjadi 87.3. Richard Curtin, pimpinan ekonom dari survei konsumen UoM mengatakan bahwa tingkat optimisme konsumen saat ini belum pernah terlihat sejak periode Januari 1998-Desember 2000 mana kala indeks berada pada kisaran 100 atau lebih tinggi selama 34-36 bulan.

Baca Juga:   GBP / USD Bergerak Lebih Rendah Karena Sentimen Berkurang

“Walaupun proses impeachment berlanjut dalam kedua periode, periode saat ini cukup mencolok karena perpecahan partisan yang lebih tajam dalam ekspektasi ekonomi diantara konsumen, sekaligus besarnya kesenjangan optimisme antara konsumen dan perusahan bisnis,” kata Curtin, “Satu sisi mengantisipasi resesi, sedangkan sisi yang lain mengekspektasikan ekspansi tanpa interupsi dalamse tahun mendatang. Sesungguhnya, ada cukup banyak alasan untuk optimis maupun pesimis, tetapi bukan perbedaan ekstrim seperti yang disuarakan oleh kedua kelompok ini.”

Kubu konsumen merasa optimis karena situasi keuangan membaik dan kesejahteraan rumah tangga AS meningkat. Namun, ada risiko besar dari dampak perang dagang AS-China yang berkepanjangan dan perlambatan ekonomi global yang berpotensi memicu kejutan buruk bagi para konsumen yang sama.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply