Dolar AS Rontok Meski The Fed Naikkan Suku Bunga

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS merosot 0.41 persen ke kisaran 96.58 pada perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (20/12), setelah pengumuman suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve) pada dini hari tadi. Walaupun The Fed tetap menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi pasar, tetapi mereka juga mensinyalkan pemangkasan jumlah kenaikan suku bunga susulan tahun depan.

Dolar AS Rontok Meski The Fed Naikkan Suku Bunga

Dalam proyeksi dot plot yang dirilis menyusul pengumumannya tadi pagi, The Fed mensinyalkan akan menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2019. Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi tiga kali kenaikan yang dirilis dalam dot plot bulan September lalu, tetapi lebih tinggi daripada ekspektasi pasar sebelumnya dan mengejutkan para investor yang awalnya memperkirakan Fed bakal menahan diri di tengah pekatnya ketidakpastian ekonomi global.

“Para investor telah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, mulai dari tak ada kenaikan suku bunga hingga perselisihan pendapat dan perubahan penilaian risiko,” ujar Kathy Lien dari BK Asset Management. Hasilnya, “Walaupun ada beberapa perubahan dalam pernyataan (The Fed) serta penurunan forecast pertumbuhan dan inflasi, perubahan-perubahan ini tak sebesar yang diperkirakan pasar.”

Baca Juga:   Dolar Mendorong Lebih Tinggi Dimana Fokus Berubah Menjadi Pertemuan Fed

Oleh karenanya, menyusul rilis tersebut, Indeks Dolar AS sempat melonjak tajam. Namun, pernyataan pimpinan Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers setelahnya justru meningkatkan ketidakpastian. Menurut Powell, proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak dua kali pada 2019 itu tidaklah mutlak. Katanya, “Akan ada situasi ketika tepat bagi kami untuk menaikkan (suku bunga) hingga melebihi netral, dan akan ada situasi ketika sangat tidak tepat untuk melakukannya.

Selena Ling dari OCBC Bank mengungkapkan bahwa data-data ekonomi bakal menentukan apa yang akan dilakukan The Fed tahun depan. Dalam catatan untuk kliennya, ia menuliskan, “Kami menaruh perkiraan kami pada dua kali bukannya tiga kali kenaikan pada FOMC tahun depan, tetapi menekankan bahwa pada dasarnya kita kembali tergantung pada data. Artinya jika inflasi gaji terakselerasi lebih lanjut di tengah pertumbuhan yang tetap tangguh, tak ada yang menghalangi FOMC untuk menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya jika data memungkinkan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply