Dolar AS Rontok Seiring Eskalasi Krisis Virus Corona

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0.5 persen dalam perdagangan hari Kamis ini (27/2). Pada pertengahan sesi Eropa, posisinya menggantung pada level 98.80. Greenback terpantau lumpuh versus sebagian besar mata uang mayor lantaran meningkatnya kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve di tengah eskalasi krisis virus Corona di benua Eropa dan Amerika.

Dolar AS Rontok Seiring Eskalasi Krisis Virus Corona

Data pasar futures menunjukkan bahwa pelaku pasar saat ini sudah sepenuhnya memperhitungkan probabilitas satu kali pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada bulan April 2020, serta tiga kali pemangkasan hingga Maret tahun depan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB juga menguat, dengan 80 persen probabilitas untuk terjadinya pemangkasan suku bunga sebesar 10 basis poin pada bulan Juli.

ECB memang telah mempertahankan kebijakan suku bunga longgar sejak tahun lalu, sehingga spekulasi ini tak berdampak terlalu besar. Sebaliknya, Federal Reserve sebelumnya diperkirakan takkan mengubah suku bunga sama sekali tahun ini. Kesenjangan antara proyeksi sebelumnya dengan kondisi saat ini, mendorong trader mencampakkan Greenback.

Baca Juga:   Ambiguitas Kesepakatan Brexit Kembali Menghantam Sterling

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga telah menemukan momentum, dan ekspektasi suku bunga AS jatuh lebih besar ketimbang ekspektasi suku bunga Zona Euro,” ungkap Thu Lan Nguyen, seorang analis dari Commerzbank, sebagaimana dikutip oleh Reuters. Meski demikian, Nguyen menilai pelemahan Dolar lebih lanjut akan tergantung pada data dampak virus Corona terhadap keyakinan dan perdagangan di luar China.

Ada pula efek blunder pemerintah terhadap tren bearish USD saat ini. Pada awal penyebaran virus Corona, Dolar AS dianggap sebagai salah satu aset paling aman karena kondisi ekonomi solid dan eksposurnya yang rendah di negara-negara yang terjangkit. Namun, belakangan ini pelaku pasar menilai pemerintah AS melakukan banyak kesalahan dalam penanganan wabah. Jumlah korban yang terinfeksi virus Corona di dalam negeri Paman Sam pun terus bertambah.

“Dolar tidak nampak terlalu aman jika kita menilik penyebaran virus di Amerika Serikat,” kata Yukio Ishizuki dari Daiwa Securities, “Ada sejumlah kekhawatiran kalau pemerintah AS meremehkan virus Corona.”

Infeksi virus Corona kini menyebar lebih cepat di mancenagara daripada di dalam negeri China. Situasi ini memperparah kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari wabah tersebut secara global. Banyak perusahaan kini telah memperhitungkan kemungkinan penurunan pendapatan akibat merosotnya pariwisata, terganggunga rantai pasokan, dan berkurangnya minat belanja konsumen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply