Dolar AS Stabil Didukung Beragam Situasi Eksternal

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan posisi di kisaran 98.65 dalam perdagangan hari Selasa ini (24/9), setelah menguat tipis pada awal pekan. Greenback terpantau stabil dan hanya bergerak dalam kisaran terbatas dalam berbagai pasangan mata uang mayor, karena kurangnya katalis dari dalam negeri.

Dolar AS Stabil Didukung Beragam Situasi Eksternal

Penguatan Dolar AS kemarin terutama disebabkan oleh kemerosotan Euro pasca rilis data PMI Manufaktur Zona Euro. Resesi sektor manufaktur Jerman semakin berkepanjangan, sehingga meluas ke sektor jasa dan menghambat pertumbuhan ekonomi kawasan. Di sisi lain, berita-berita positif mengenai perundingan dagang AS-China gagal menggerakkan minat risiko pasar secara signifikan.

“Dolar AS menguat secara default daripada (karena) faktor apapun yang secara khusus (datang dari) AS,” kata Michael McCarthy, pimpinan strategi pasar di CMC Markets Sydney. Sebagaimana dilansir Reuters, ia menilai volume perdagangan rendah karena kebanyakan trader memilih untuk menunggu munculnya berita.

“Perdagangan tak pernah jauh dari radar pasar, tetapi saya kira pasar mata uang semakin mengharapkan (ketegangan AS-China) untuk berkepanjangan. Saya kira optimisme telah memudar,” tambah McCarthy.

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 01/08/2019 - PT. SARINAH TEGASKAN TAK MILIKI APLIKASI PINJAMAN ONLINE

Sejumlah mata uang lain cenderung wait-and-see menjelang pidato pimpinan bank sentral masing-masing. Pair AUD/USD dan NZD/USD mengerem volatilitasnya untuk sementara, sembari memantau jadwal pidato Gubernur RBA Philip Lowe hari ini. Namun, pelaku pasar mengantisipasi pidato tetap akan bernada dovish.

“Kami kira Lowe akan menyediakan sinyal kuat bahwa RBA siap untuk memangkas suku bunga lagi, mendukung pandangan kami tentang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada bulan Oktober,” kata Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar di National Australia Bank (NAB). Lanjutnya, “Komentar apapun (dari Lowe) dalam kerangka kebijakan inkonvensional juga akan kritis bagi pasar.”

Terlepas dari beragam situasi tersebut, Dolar AS konsisten menguat versus Poundsterling, karena memanasnya kenbali isu politik Inggris dan risiko “No-Deal Brexit”. Pekan ini, pengadilan akan memutuskan apakah Perdana Menteri Boris Johnson bertindak melanggar hukum dengan mensuspensi parlemen dalam hitungan hari menjelang deadline brexit. Hasil dari keputusan pengadilan dikhawatirkan dapat mempersulit rencananya untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa bulan depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply