Dolar AS Stabil Didukung Neraca Dagang dan Yield Obligasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada awal perdagangan sesi New York hari Rabu ini (27/3), indeks Dolar AS (DXY) diperdagangan sideways dalam kisaran 96.50-97.00, setelah yield obligasi AS bertenor 10-tahunan (10-year US Treasury) pulih kembali. Greenback terutama unggul terhadap Dolar Kiwi dan Aussie yang baru saja dihantam pernyataan dovish bank sentral New Zealand (RBNZ), tetapi mengalami koreksi terhadap Yen Jepang dan Poundsterling. Secara keseluruhan, Dolar AS menunjukkan kinerja beragam terhadap mata uang-mata uang mayor, sembari mempertahankan bias netral untuk jangka menengah.

Dolar AS Stabil Didukung Neraca Dagang dan Yield Obligasi

Indeks Dolar AS sempat menguat hingga hampir mencapai level 97.00 dalam perdagangan sesi Asia, karena pemulihan yield obligasi bertenor 10-tahunan kembali ke kisaran 2.4 persen. Kenaikan yield obligasi itu dianggap menggugurkan risiko terjadinya resesi yang sempat menjadi bahan perbincangan pada awal pekan. Dukungan bagi penguatan Greenback juga datang dari pelemahan Dolar New Zealand dan Dolar Australia.

Dalam rapat bulan ini, RBNZ mengungkapkan bahwa perubahan kebijakan berikutnya kemungkinan berupa pemangkasan suku bunga, karena risiko perlambatan ekonomi telah meningkat. Pernyataan itu mengakibatkan pasangan mata uang AUD/USD menurun 0.6 persen ke kisaran 0.7090, sementara NZD/USD longsor 1.6 persen ke kisaran 0.6800 dalam tempo beberapa jam saja. Analis memperkirakan kalau RBNZ bisa jadi akan memangkas suku bunga pada bulan Mei mendatang, dan sejumlah pihak khawatir kalau bank sentral Australia bakal mengambil kebijakan serupa dalam tahun ini.

Baca Juga:   Aussie, Kiwi Tergelincir Lebih Rendah Terhadap Dolar AS

Di sisi lain, data-data ekonomi Amerika Serikat memang tak cemerlang, tetapi relatif lebih moderat dibandingkan outlook negara-negara mayor lainnya. Kemarin, indeks Kepercayaan Konsumen versi Conference Board (CB) dilaporkan tergelincir dari 131.4 ke 124.1 berdasarkan survei bulan Maret ini. Namun, defisit neraca perdagangan menurun dalam laporan malam ini.

Menurut US Bureau of Economic Analysis, defisit neraca perdagangan Amerika Serikat berkurang dari 59.90 Miliar USD menjadi 51.10 Miliar USD saja dalam perhitungan bulan Januari. Ekspor mengalami kenaikan tipis dari 205.4 Miliar USD menjadi 207.3 Miliar USD, sedangkan impor menurun dari 265.3 Miliar USD menjadi 258.5 Miliar USD. Akan tetapi, pelaku pasar juga masih memantau perkembangan negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang masih alot hingga saat ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply