Dolar AS Stabil Menjelang Pergantian Tahun 2019

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS merangkak naik 0.10 persen ke kisaran 96.48 pada perdagangan sesi Asia hari Senin ini (31/12), tetapi masih dalam kisaran pergerakan yang terekam pada Jumat lalu. Greenback masih diperdagangkan beragam terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya, seiring dengan terus berlanjutnya Government Shutdown parsial di Amerika Serikat dan kekhawatiran pelaku pasar mengenai pertumbuhan ekonomi global.

Dolar AS Stabil Menjelang Pergantian Tahun 2019

Masalah Government Shutdown yang dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko, masih belum menemui titik terang. Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan menutup total perbatasan selatan AS, menghentikan kesepakatan perdagangan dengan Meksiko, serta memangkas dana bantuan; apabila anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang diinginkannya tak disetujui oleh Parlemen AS.

Ancaman tersebut sempat mengakibatkan USD/CAD melonjak ke level 1.3644, level tertingginya sejak Mei 2017, karena berpotensi merusak kesepakatan North America Free Trade Area (NAFTA) yang diperbarui beberapa waktu lalu antara AS, Meksiko, dan Kanada. Saat berita ditulis, USD/CAD telah melandai tipis ke kisaran 1.3628 karena anggapan mengenai kecilnya probabilitas realisasi ancaman Trump. Namun, masalah anggaran ini belum usai.

Baca Juga:   Yen Snaps 3 Hari Rally Melebarkan Akun Defisit Jepang Lancar

Pada hari Minggu, Trump mengungkapkan ia telah berdiskusi panjang via telepon dengan Presiden China Xi Jinping, serta menyatakan bahwa diskusi mengenai kesepakatan dagang antara kedua negara berlangsung dengan baik. Menyusul kabar ini, AUD/USD menanjak 0.30 persen pada sesi perdagangan pagi ini ke kisaran 0.7060, karena perekonomian Aussie terkait erat dengan China.

“Mata uang-mata uang negara berkembang dan yang berbeta tinggi kemungkinan akan berperforma tinggi jika kita mendapatkan sebuah kesepakatan perdagangan (antara AS-China). Dikarenakan perbaikan sentimen risiko menyusul kesepakatan dagang dan sejumlah kelemahan dalam perekonomian AS, saya akan menganggap perkembangan perdagangan yang positif sebagai kabar negatif bagi Dolar AS,” ujar Sim Moh Siong, pakar strategi mata uang di Bank of Singapore, pada Reuters.

Lanjutnya lagi, “Sejauh ini, sinyalnya positif…kita bisa melihat suatu bentuk kesepakatan pada Februari” karena menurutnya, tekanan dari pasar saham akan mendorong Trump untuk berdamai dengan China.

Masalah perdagangan antara AS-China dituding sebagai salah satu faktor yang menyebabkan munculnya tanda-tanda perlambatan ekonomi di China dan AS. Padahal, keduanya merupakan perekonomian terbesar yang berhubungan dagang dan memiliki keterkaitan ekonomi besar dengan mayoritas negara lain di dunia.

Baca Juga:   Pedagang Aussie 3 Minggu Menguat Sebelum Jobs, Nominasi Yellen

Konflik dagang telah mengakibatkan sektor manufaktur China terkontraksi untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Indeks PMI Manufaktur China dilaporkan tergelincir dari 50.0 penjadi 49.4 pada bulan Desember. Demikian pula, konflik dagang telah melumpuhkan sektor pertanian AS serta mengakibatkan penurunan pendapatan sejumlah korporasi multinasional di kedua negara.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply