Dolar AS Stabil Menyongsong Stimulus 2 Triliun

Afiliasi IB XM Broker

Indeks Dolar AS (DXY) menyetop pelemahan pada kisaran 101.45 di awal sesi Eropa hari ini (25/3). Kemarin Greenback sempat melemah cukup besar karena sentimen risiko global yang membaik di tengah kabar rencana pelonggaran lockdown di Wuhan, China. Kali ini, Dolar AS berhasil ditopang oleh ekspektasi stimulus fiskal sebesar 2 Triliun yang akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Dolar AS Stabil Menyongsong Stimulus 2 Triliun

Tadi pagi, beredar kabar bahwa Senat AS berhasil mencapai kesepakatan bipartisan antara partai Demokrat dan partai Republik untuk menyediakan dana USD2 Triliun bagi anggaran belanja negara dan keringanan pajak. Kedua hal itu dianggap penting untuk meredam dampak negatif wabah virus Corona (COVID-19) di negeri Paman Sam. Setelah kesepakatan tercapai, selanjutnya anggaran dapat diproses untuk pengesahan dan penandatanganan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Akhirnya, kita mencapai sebuah kesepakatan,” kata Pimpinan Mayoritas Senat, Mitch McConnell, “Saya bersemangat kita akhirnya akan mengantarkan (stimulus ini) ke negeri.”

Rencana anggaran tersebut mencakup dana sebesar USD500 miliar akan disediakan untuk menalangi pinjaman dan bantuan bagi berbagai perusahaan, serta USD350 miliar dicadangkan untuk membantu UKM membayar gaji karyawan. Selain itu, tunjangan untuk klaim pengangguran juga akan ditingkatkan sementara pembayaran pajak akan ditenggangkan.

Baca Juga:   Dolar Jatuh Ke Posisi Terendah 3,5 Bulan VS Yen, Sterling Lebih Tinggi

Berbagai kebijakan tersebut sangat urgen untuk diambil dalam waktu dekat, mengingat tingkat kematian dan jumlah korban terinfeksi virus Corona yang terus bertambah di Amerika Serikat. WHO bahkan mengingatkan bahwa New York dapat menjadi episenter wabah berikutnya.

Bank sentral AS (Federal Reserve) telah menyuntikkan likuiditas besar-besaran dan mengambil langkah konkrit untuk ikut menalangi perekonomian riil tanpa batas anggaran maupun waktu tertentu. Upaya terrsebut berhasil menstabilkan likuiditas dolar di pasar internasional dan menumbuhkan keyakinan para investor. Namun, langkah The Fed itu takkan efektif untuk menopang perekonomian AS tanpa dukungan tambahan dari stimulus fiskal dari pemerintah federal.

“Upaya agresif perlu diambil lintas sektor swasta dan publik untuk membatasi hilangnya pekerjaan dan pendapatan dan mempromosikan pemulihan cepat setelah disrupsi ini memudar,” pungkas The Fed dalam pernyataannya saat mengumumkan tambahan Quantitative Easing beberapa waktu lalu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply