Dolar AS Stagnan Menjelang Pengumuman Suku Bunga Fed

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS nyaris tak bergerak sama sekali dari posisinya di level 94.15 pada perdagangan hari Rabu ini (26/Agustus), menjelang pengumuman suku bunga yang akan disampaikan oleh bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) pada esok dini hari. Pasangan-pasangan mata uang mayor pun terpantau bergerak dalam volatilitas terbatas.

Dolar Stagnan Jelang Pengumuman Suku Bunga Fed

Di awal sesi Eropa, EUR/USD stagnan di kisaran 1.1766, sementara GBP/USD masih berupaya mempertahankan 0.3170. Pasangan USD/JPY, USD/CAD, dan USD/CHF juga nyaris statis. Hanya AUD/USD dan NZD/USD saja yang mengalami kenaikan tipis, masing-masing sebesar 0.13 persen ke 0.7258 dan 0.15 persen ke 0.6657.

Bank sentral AS di bawah komando Jerome Powell diekspektasikan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 2.25 persen. Jika terealisasikan, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga AS untuk ketiga kalinya dalam setahun. Namun, mayoritas pemain pasar sudah sepenuhnya memperhitungkan hal itu, sehingga perhatian justru akan terpusat pada rencana kenaikan suku bunga tahun depan, yang biasanya tertuang dalam bentuk Dot Plot.

Baca Juga:   Aussie Menguat Setelah Kepala Bank Sentral Berusaha Mencatat Memacu Permintaan Dalam Perekonomian

Apabila ada indikasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan outlook hawkish pada tahun 2019, maka Dolar AS bisa melejit. Namun, jika mereka malah akan memperlambat laju pengetatan moneter, maka Greenback bisa melandai. Jadi, sekedar pengumuman kenaikan suku bunga kali ini saja takkan mampu mendongkrak nilai tukar Dolar AS.

Di tengah situasi ini, laporan CB Consumer Confidence yang menunjukkan peningkatan melampaui ekspektasi dari 134.7 ke 138.4 yang dirilis kemarin, cenderung diacuhkan pelaku pasar. Demikian pula laporan New Home Sales yang baru akan dipublikasikan nanti malam, beberapa jam sebelum pengumuman Fed.

Sementara itu, sentimen pasar tetap loyo dikarenakan sikap Presiden AS Donald Trump mengenai perdagangan internasional. Di hadapan United Nations General Assembly, Presiden Trump kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap negara-negara yang dianggapnya telah menginjak-injak kepentingan AS dalam hal perdagangan antar negara.

Martin Essex dari DailyFX mengungkapkan dalam catatannya pagi ini bahwa “ada kemungkinan USD akan jatuh sebagai respon pada keputusan yang bertipe ‘buy the rumor, sell the fact'”. Bahkan, menurutnya, sekalipun Federal Reserve memberikan sinyal suku bunga AS bakal dinaikkan lagi pada bulan Desember, USD masih bisa jatuh. Pasalnya, berdasarkan pemantauan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September ini sudah mencapai 95 persen, sedangkan probabilitas kenaikan susulan pada bulan Desember telah menyentuh 79 persen.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply