Dolar AS Stagnan Setelah Bubarnya Negosiasi Dagang AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dalam perdagangan sesi Eropa hari ini (13/5), Indeks Dolar AS (DXY) bergerak sideways dekat level terendah sebulan sekitar level 97.30. Berakhirnya negosiasi AS-China pada akhir pekan lalu dengan hasil nihil telah memacu Greenback menguat terhadap Yuan, dolar komoditas, serta mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi lain. Namun, ramainya aksi investor menghindari risiko juga mengakibatkan Dolar AS kalah telak versus Yen dan Franc Swiss.

Dolar AS Stagnan Setelah Bubarnya Negosiasi Dagang AS-China

Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump menuduh China telah mangkir dari kesepakatan bersama. Karenanya, ia memutuskan untuk menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen atas USD200 Miliar produk asal China. Perundingan hingga Sabtu dini hari yang diharapkan dapat memberikan kecerahan, ternyata belakangan berakhir tanpa membuahkan hasil apapun.

Washington menuntut janji dari China agar merubah undang-undangnya secara konkrit. Namun, Beijing menolaknya karena dianggap dapat merugikan kepentingan China. Bahkan, China menegaskan kembali akan melancarkan tindakan balasan atas langkah AS menaikkan tarif impor secara sepihak.

Anthony Kettle dari BlueBay Asset Management menilai logis bila kesepakatan apapun untuk menyelesaikan konflik ini akhirnya akan tertunda, dan pertumbuhan dunia pada kuartal kedua tahun 2019 akan terimbas karenanya.

Baca Juga:   Dolar AS Naik Tipis Pasca Rilis Indeks Philly dan Jobless Claims

“(Akhir nihil negosiasi dagang AS-China) ini mewakili perubahan signifikan dibandingkan ekspektasi pasar yang mengharapkan kesepakatan ditandatangani pekan ini,” ujar Kettle. Lanjutnya, “Ketidakpastian dalam hal perdagangan bukanlah ‘teman’ (bagi pelaku) pasar, dan ini membuat kita mengambil posisi makin hati-hati dalam waktu dekat, meskipun data-data ekonomi lebih baik dalam beberapa waktu belakangan.”

Tak ada jadwal publikasi data ekonomi penting dari Amerika Serikat, Uni Eropa, maupun Inggris pada sesi New York hingga sesi Asia mendatang. Namun, sejumlah pejabat bank sentral AS akan menyampaikan pidato mereka dalam beberapa event berbeda. Diantaranya wakil ketua Dewan Gubernur Federal Reserve, Richard Clarida;  Presiden Fed wilayah Boston, Eric Rosengren; serta Presiden Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan. Pelaku pasar kemungkinan mengabaikan komentar minor karena besarnya kekhawatiran terkait konflik perdagangan. Namun, investor dan trader bisa jadi akan bergolak apabila ada indikasi pemangkasan suku bunag Fed dalam jangka pendek.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply