Dolar AS Tergelincir Pasca Rilis Data ADP November 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Data ADP Nonfarm Employment Change, Initial Jobless Claims, dan Neraca Perdagangan yang baru saja dirilis di AS menunjukkan angka merah, sehingga Indeks Dolar AS (DXY) langsung tergelincir 0.12 persen ke level 96.88, padahal sempat menguat pada sesi Asia dan Eropa hari Kamis pagi ini (6/Desember). Pasangan mata uang EUR/USD juga menanjak 0.13 persen ke 1.1359, sementara GBP/USD melesat 0.25 persen ke level 1.2765.

Dolar AS Tergelincir Pasca Rilis Data ADP November 2018

Lembaga Automatic Data Processing (ADP) melaporkan bahwa pertambahan ketenagakerjaan di sektor swasta non-pertanian Amerika Serikat hanya meningkat 179k dalam bulan November. Angka tersebut lebih rendah dari pencapaian 225k pada bulan sebelumnya, dan lebih buruk dari ekspektasi awal yang dipatok pada 196k. Padahal, data ADP ini seringkali dianggap sebagai prediktor bagi data Nonfarm Payroll yang berdampak lebih besar dan baru akan dirilis pada hari Jumat.

Laporan ketenagakerjaan lain yang juga baru saja dipublikasikan, Initial Jobless Claims, turut menunjukkan angka-angka mengecewakan. Klaim pengangguran pekanan hanya turun dari 235k menjadi 231k pada minggu lalu, padahal sebelumnya diestimasikan bakal menurun hingga 226k.

Baca Juga:   Dolar Sedikit Berubah Di Tengah Taruhan Lanjutan Fed

Tak cukup itu saja. Defisit Neraca Perdagangan AS juga dikabarkan melebar dari 54.60 Miliar menjadi 55.50 Miliar, meskipun awalnya diharapkan hanya meningkat hingga 55.20 Miliar.

Rentetan data ekonomi ini menjadi gelagat buruk bagi Dolar AS, setelah beberapa waktu lalu muncul kekhawatiran soal keberlangsungan pertumbuhan ekonomi. Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahkan telah mengatakan bahwa suku bunga AS “sudah tepat di bawah” ambang suku bunga netral, sehingga kombinasi semua outlook itu memicu keraguan di kalangan pelaku pasar mengenai probabilitas diwujudkannya rencana kenaikan suku bunga AS sebanyak 2 kali pada tahun 2019.

Kesangsian pasar soal suku bunga AS turut menyeret turun yield obligasi dalam beberapa hari terakhir; hal mana juga ikut meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar Dolar AS. Sejumlah pakar menilai kalau Greenback akan terus tertekan hingga tiba jadwal rapat kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC) pada pertengahan bulan Desember ini.

Sementara itu, masih ada satu data ekonomi berdampak besar lagi yang akan dirilis AS malam ini, yaitu ISM Non-Manufacturing PMI. Esok hari, akan dipublikasikan pula data Nonfarm Payroll yang biasanya berdampak sangat besar di pasar forex.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply