Dolar AS Tertekan Dekat 97.30 Jelang Rilis Data Penjualan Ritel

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS melandai sekitar 0.05 persen ke kisaran 97.32 dalam perdagangan intraday hari Senin ini (11/3). Menjelang rilis data penjualan ritel Amerika Serikat nanti malam, Greenback masih tertekan oleh laporan Non-farm Payroll (NFP) yang amat mengecewakan pada hari Jumat lalu. Posisi Dolar AS terus melemah versus Euro, Aussie, dan Kiwi; meski masih unggul terhadap Poundsterling dan Yen.

Dolar AS Tertekan Jelang Rilis Data Penjualan Ritel

Pada hari Jumat, US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Nonfarm Payroll hanya meningkat 20k pada bulan Februari 2019. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi kenaikan 181k, maupun rekor bulan lalu yang direvisi naik menjadi 311k. Secara historis, ini juga merupakan NFP terburuk sejak September 2017.

Laporan pertumbuhan gaji rata-rata dan tingkat pengangguran yang menyertai data Nonfarm Payroll masih dinilai positif oleh pelaku pasar. Meski demikian, hal itu mendorong peningkatan kekhawatiran mengenai kondisi perekonomian. Apalagi, pidato sejumlah pejabat tinggi bank sentral AS (Federal Reserve) pada akhir pekan lalu masih mengindikasikan besarnya risiko.

Baca Juga:   Berita Saham PNBS JUMAT 02/03/2018

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, beserta rekan-rekannya, Richard Clarida, Lael Brainard, dan John Williams, kompak mensinyalkan suku bunga akan tetap berada pada kisaran 2.25-2.50 persen pada rapat kebijakan tanggap 19-20 Maret dan hingga beberapa bulan berikutnya. Sebagaimana disampaikan oleh Brainard, “Peningkatan risiko penurunan output dan ketenagakerjaan membutuhkan kenaikan suku bunga federal yang lebih lambat, meskipun outlook ekonomi (mendatang) tak mengalami perubahan.”

Dalam pidatonya di hadapan Stanford Institute of Economic Policy Research, Jerome Powell juga mengatakan, “Karena tak ada hal yang membutuhkan respons kebijakan secepatnya dalam outlook, dan khususnya karena lemahnya tekanan inflasi, komite telah mengadopsi pendekatan sabar, ‘wait and see’ untuk mempertimbangkan perubahan apapun dalam posisi kebijakan.”

Dalam konteks ini, rilis data penjualan ritel AS pada pukul 19:30 WIB akan diamati sebagai bahan referensi tambahan dalam penilaian outlook ekonomi AS ke depan. Kenaikan bulanan yang melebihi ekspektasi 0 persen, kemungkinan mendongkrak posisi Greenback terhadap sejumlah mata uang mayor. Namun, perubahan angka penjualan ritel yang tak terlampau signifikan kemungkinan takkan mampu merubah arah pergerakan dalam jangka panjang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply