Dolar AS Tertekan Karena Inflasi PCE Meleset Dari Ekspektasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terpaku dekat kisaran 97.86 dalam perdagangan sesi Asia hingga Eropa hari Selasa ini (30/4), setelah publikasi data inflasi PCE yang meleset dari ekspektasi. Pasalnya, lemahnya inflasi memicu kekhawatiran terkait arah kebijakan moneter terbaru yang akan diumumkan oleh bank sentral dalam beberapa hari ke depan. Pasangan USD/JPY merosot hingga 0.25 persen ke level 111.37, meskipun Greenback masih unggul tipis versus Euro dan mata uang-mata uang komoditas.

Dolar AS Tertekan Karena Inflasi PCE Meleset Dari Ekspektasi

Pada hari Senin malam, laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan indeks harga di luar makanan dan energi hanya naik 1.6 persen (Year-on-Year) pada bulan Maret. Pertumbuhan inflasi itu lebih rendah dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 1.7 persen. Laporan ini mempertegas indikasi perlambatan inflasi tahunan yang mengemuka dalam laporan preliminer ross Domestic Product (GDP) kuartal I/2019.

Sejalan dengan perkembangan terbaru ini, pelaku pasar menantikan bagaimana tanggapan para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve). Dalam pengumuman kebijakan yang akan datang, Fed diekspektasikan akan membiarkan suku bunga tetap pada kisaran 2.25-2.5 persen. Namun, investor dan trader bakal menyoroti pula pidato pimpinan Fed, Jerome Powell, untuk mengetahui bagaimana pendapatnya mengenai laju inflasi AS yang melambat meski pertumbuhan ekonomi relatif solid.

Baca Juga:   Pimpinan Fed Optimis Ekonomi Tetap Perkasa, Dolar AS Menguat

“Akselerasi berkelanjutan dalam inflasi inti tetap elusif, dan berkontribusi pada rendahnya ekspektasi inflasi. Ini bukan hanya masalah FOMC, melainkan sumber keprihatinan bank-bank sentral mayor lain (juga),” kata Felicity Emmett, seorang ekonom dari ANZ Bank. Lanjutnya, “Kami memperkirakan nada dovish bank-bank sentral untuk berlanjut terus dalam jangka pendek.”

Nanti malam, dua laporan ekonomi berdampak tinggi akan menjadi referensi tambahan bagi pelaku pasar, yakni rilis data Pending Home Sales dan CB Consumber Confidence. Dalam laporan GDP Amerika Serikat minggu lalu, belanja konsumen termasuk sektor yang mengalami pertumbuhan paling mengecewakan selama kuartal pertama tahun ini. Kedua data tadi dapat memberikan gambaran terkini mengenai minat belanja konsumen negeri Paman Sam. Apabila angka aktual ternyata meleset dari ekspektasi lagi, maka bisa meningkatkan tekanan atas Greenback menjelang pengumuman Fed pasca rapat FOMC pada Kamis dini hari.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply