Dolar AS Tertekan Menjelang Rilis Data Keyakinan Konsumen

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS (DXY) terpantau hanya naik tipis 0.05 persen ke kisaran 95.81 pada awal sesi New York hari Selasa ini (29/1), setelah sempat terpuruk pada level terendah dua pekannya sepanjang perdagangan sesi Eropa. Eskalasi kekhawatiran pelaku pasar terkait negosiasi dagang AS-China dan antisipasi menjelang pengumuman kebijakan bank sentral AS, mewarnai sentimen menjelang rilis data CB Consumer Confidence Index malam ini.

Dolar AS Menguat Tipis Menjelang Rilis Data Keyakinan Konsumen

Tadi pagi, beredar kabar bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirim tuntutan pidana bagi Huawei Technologies, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Cina. Tuntutan tersebut diajukan kepada CFO Huawei dan dua afiliasinya atas tuduhan penipuan bank untuk melanggar sanksi AS terhadap Iran dan pencurian sebuah teknologi dari perusahaan T-Mobile yang berbasis di AS.

Pihak Huawei menepis tuduhan itu dan menyuarakan penyesalan karena AS tak mau mendengarkan penjelasan mereka, sedangkan Cina menegaskan akan terus melindungi kepentingan korporasinya di luar negeri. Sementara itu, investor dan trader mulai khawatir karena situasi ini mengemuka tepat menjelang jadwal pertemuan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin untuk melanjutkan negosiasi perdagangan pada hari Rabu besok.

Baca Juga:   Euro Mendekati Level Terendah 6-Minggu Vs Dolar Yang Lebih Kuat

Sementara itu, laporan CB Consumer Confidence merupakan satu-satunya data ekonomi berdampak tinggi yang masuk dalam kalender forex hari ini. Indeks Keyakinan Konsumen AS tersebut diekspektasikan turun tipis dari 128.1 menjadi 124.7 pada bulan Januari. Namun, ada kemungkinan pula kalau angka aktual akan meleset dari ekspektasi, dikarenakan US Government Shutdown yang berlangsung sejak bulan Desember; baru saja berakhir kemarin.

Berikutnya, partisipan pasar akan berfokus pada rapat tim kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) pada tanggal 29-30 Januari mendatang. Pimpinan Fed diekspektasikan untuk mengutarakan kembali berbagai risiko yang mengancam kondisi ekonomi AS saat ini sebagai imbas dari perlambatan ekonomi global, serta tak diharapkan bakal memberikan sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Oleh karenanya, pergerakan Dolar AS dalam beberapa waktu belakangan nampak cenderung tertekan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply