Dolar Aussie dan Yuan Menguat Berkat Negosiasi Dagang AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat lebih dari 0.30 persen ke kisaran 0.7160 versus Dolar AS pada perdagangan sesi Asia hingga pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (9/1), sejalan dengan terus berlanjutnya negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Pasangan USD/CNY juga merosot 0.31 persen ke level 6.8308 di tengah antisipasi pelaku pasar yang mengharapkan akan tercapainya suatu resolusi untuk mengakhiri perang dagang.

Dolar Aussie dan Yuan Menguat Berkat Negosiasi Dagang AS-China

Sejumlah media melaporkan bahwa negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang berlangsung sejak hari Senin di Beijing diperpanjang ke hari ketiga pada Rabu ini. Para negosiator disebut-sebut telah memperoleh kemajuan dalam beberapa isu krusial, termasuk soal pembelian barang dan jasa AS oleh China.

Presiden AS Donald Trump pun menyambut antusiasi negosiasi tersebut. Pada hari Selasa, ia mengirim cuitan ke Twitter-nya, “Talks with China are going very well!” (Diskusi dengan China berlangsung sangat lancar!)

Ronde baru negosiasi antara dua negara ekonomi terbesar dunia ini dirintis berkat “gencatan senjata” yang disetujui Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada event G-21 akhir tahun lalu. Jika tercapai kesepakatan tertentu dari negosiasi ini sebelum tanggal 1 Maret, maka Washington bisa jadi akan membatalkan rencana kenaikan tarif impor produk asal China dari 10 persen menjadi 25 persen.

Baca Juga:   Pound Melemah Tajam Setelah Lemahnya Data Inflasi Inggris

Oleh karenanya, kabar soal perkembangan baik dalam negosiasi ini menumbuhkan minat investor untuk aset-aset berisiko lebih tinggi dan menekan mata uang-mata uang Safe Haven. Mata uang Dolar Australia, Dolar New Zealand, dan Dolar Kanada menguat serentak dalam perdagangan hari ini, sementara Yen dan Franc cenderung melandai.

Meski demikian, sejumlah analis mensinyalir posisi Yuan masih rawan dan rentan tembus level 7 per Dolar AS, setelah merosot sekitar 6 persen akibat perang dagang dalam tahun 2018. Erik Nelson, pakar mata uang dari Wells Fargo, mengungkapkan pada Reuters, “Memantau fundamental China, perekonomian melambat dan bank sentralnya melonggarkan kebijakan moneter, dengan banyaknya ketidakpastian soal langkah berikutnya dalam konflik dagang antara AS dan China. Semua ini mengarah pada pelemahan lebih lanjut pada mata uang China.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply