Dolar Aussie Didongkrak Data Ketenagakerjaan November 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menanjak 0.27 persen ke level 0.7126 terhadap Dolar AS pada pertengahan perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (20/12), serta menguat versus Kiwi setinggi 0.40 persen ke kisaran 1.0542. Penyebabnya adalah data Employment Change yang lebih baik dibandingkan estimasi awal.

Dolar Aussie Ditopang Data Ketenagakerjaan November 2018

Statistik Ketenagakerjaan Australia menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran dari 5.0 persen menjadi 5.1 persen pada bulan November lalu. Namun, dilaporkan pula bahwa jumlah pekerjaan (Employment Change) meningkat sebanyak 37,000, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 20,000 saja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Participation Rate) juga menanjak dari 65.6 persen menjadi 65.7 persen.

Pertambahan pekerjaan terbanyak ditunjukkan oleh negara bagian Victoria yang berhasil mencetak angka 30,900, jauh di atas wilayah lain dan sekaligus merupakan peningkatan terbesar dalam dua tahun.

Angka-angka tersebut menanggulangi tekanan bearish atas Dolar Australia yang ditimbulkan oleh memburuknya minat risiko pasar pasca pengumuman kenaikan suku bunga Federal Reserve tadi pagi. Namun, sejumlah analis masih pesimis pada outlook Aussie.

Baca Juga:   AUD / USD Naik Dari Tertinggi 5,5 Tahun Pada Data Australia

“Kami masih mengekspektasikan pertumbuhan lapangan kerja nasional untuk berlanjut dan kesenjangan (pengangguran) akan terisi secara bertahap. Namun demikian, kami takkan terkejut bila laju pertumbuhan lapangan kerja termoderasi pada tahun 2019,” ujar Best Deda, pimpinan ekonom di St George’s Bank di Sydney.

Data ketenagakerjaan dianggap penting oleh investor dan trader di pasar finansial, karena kondisi Full Employment dan pertumbuhan gaji yang tinggi dapat mendorong kenaikan laju inflasi secara sehat dan berimbang. Jika sektor ketenagakerjaan kondusif, bank sentral juga memiliki ruang lebih besar untuk menaikkan suku bunga, sehingga secara tidak langsung mendongkrak imbal hasil investasi di suatu negara. Apalagi, bank sentral Australia (reserve Bank of Australia/RBA) telah menegaskan bahwa jika data-data ekonomi mendukung, mereka akan menaikkan suku bunga.

Sementara itu, Dolar AS tengah berhadapan dengan sentimen negatif pasar yang merebak setelah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve tadi pagi. Walaupun The Fed tetap menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi pasar, tetapi mereka juga mensinyalkan pemangkasan jumlah kenaikan suku bunga susulan tahun depan dan menekankan bahwa perubahan suku bunga tidaklah bersifat pasti.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply