Dolar Aussie Menguat Secara Tak Terduga Di Tengah Sentimen Risk-Off

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat pesat pada perdagangan sesi Asia dan Eropa hari Kamis ini (11/Oktober), meskipun pasar modal global kompak rontok serentak. Penguatan tersebut kemungkinan semata-mata disebabkan oleh pelemahan Dolar AS yang terimbas oleh kejatuhan saham-saham Wall Street.

Saat berita ditulis menjelang akhir sesi Eropa, pasangan mata uang AUD/USD telah meningkat 0.63 persen ke level 0.7096, nyaris menghapus sepenuhnya penurunan yang terjadi pada hari Rabu. Aussie juga menguat lawan mata uang negeri jirannya, Dolar New Zealand, dengan AUD/NZD naik tipis 0.04 persen ke kisaran 1.0936.

Dolar Aussie Menguat Secara Tak Terduga

Rilis laporan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat pada hari Rabu menunjukkan laju inflasi sesuai ekspektasi, sehingga memicu kekhawatiran mengenai dampak kenaikan suku bunga AS terhadap sektor riil. Masalahnya, kenaikan suku bunga acuan bakal melahirkan biaya bunga pinjaman lebih besar bagi korporasi besar maupun kecil di AS.

Setelah rilis data tersebut, Indeks Dow Jones langsung anjlok sekitar 3.15 persen dan ditutup pada level 25598.7. Pasar modal Asia dan Eropa mengikuti aksi penghindaran risiko ini. Tadi siang, NIKKEI 225 ditutup pada posisi -3.89 persen di 22590.9, sementara indeks Shanghai Composite mangkrak di level terendah empat tahun. Menjelang penutupan sesi Eropa hari ini, DAX juga sudah mencatat -1.63 persen di 1522.31.

Baca Juga:   Dolar Tergelincir Dan Aussie Turun Terhadap Data Surplus Yang Lemah

Meskipun Dolar AS dikenal sebagai salah satu aset Safe Haven, tetapi kekhawatiran atas keberlanjutan stabilitas ekonomi di dalam negerinya memicu aksi jual atas Greenback. Indeks Dolar AS (DXY) pun merosot, sementara mata uang-mata uang rivalnya berbalik menguat; termasuk Dolar Australia. Akan tetapi, para analis menekankan bahwa hal ini merupakan anomali.

“Dalam situasi dimana orang-orang mengkhawatirkan kenaikan volatilitas, Dolar AS (sebenarnya) cenderung menguat, khususnya terhadpa mata uang-mata uang berisiko tinggi seperti Dolar Aussie dan Dolar Kanada,” ungkap Stuart Ritson dari Aviva Investors.

Senada dengan Ritson, Ray Attrill dari NAB menyatakan, “Nampaknya ada hubungan yang putus dan tak ada penjelasan yang nyata mengenai mengapa Dolar tidak berkinerja lebih baik pada hari risk-off (seperti sekarang).”

Tak ada data ekonomi penting berdampak besar yang dirilis AS maupun Australia tadi pagi, kecuali satu event minor di Melbourne. Asisten Gubernur RBA, Luci Ellis, mengatakan pada Konferensi Outlook Ekonomi dan Sosial di Melbourne Institute bahwa kebijakan bank sentral perlu ekspansif agar dapat membantu perekonomian menyerap kapasitas yang belum terpakai di pasar tenaga kerja.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply