Dolar Aussie Merosot Dari Level Tertinggi 1 Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia merosot dari level tertinggi satu bulan versus Dolar AS, setelah pelemahan data penjualan ritel dianggap sebagai sinyal kalau pertumbuhan ekonomi kuartal tiga bakal mengecewakan. Pasangan mata uang AUD/USD bahkan longsor makin tajam dari puncak 0.7258 yang dicapai pada sesi Asia ke kisaran 0.7200 setelah rilis data NFP AS pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (2/November), meski kemudian beranjak naik lagi ke sekitar 0.7215.

Dolar Aussie Selip Dari Level Tertinggi Satu Bulan

Australian Bureau of Statistics (ABS) mengungkapkan bahwa penjualan ritel bulan September hanya tumbuh 0.2 persen meleset dari ekspektasi yang dipatok pada 0.3 persen. Data penjualan ritel yang disesuaikan dengan inflasi juga cuma bertumbuh 0.2 persen dalam kuartal III/2018; selip dari pertumbuhan 1.2 persen pada kuartal kedua, sekaligus mencatat pertumbuhan paling lemah dalam satu setengah tahun.

“Data mengindikasikan bahwa sektor rumah tangga hanya akan memberikan sedikit kontribusi bagi angka GDP Kuartal Ketiga,” ujar Kristina Clifton, ekonom senior di Commonwealth Bank, kepada Reuters. Lanjutnya lagi, “Semoga saja kita menyaksikan performa (penjualan ritel) yang lebih kuat pada kuartal mendatang. Jika tidak, maka itu bisa menandakan bahwa jatuhnya harga perumahan mulai membebani belanja konsumen. (Namun) terlebih dahulu kita perlu melihat beberapa data yang rendah lagi, sebelum membuat penilaian tersebut.”

Baca Juga:   Saham DOID SENIN 02/04/2018 ( Berita Saham )

Kemarin, Dolar Australia sempat melonjak pesat berkat kabar bahwa China akan meluncurkan stimulus fiskal tambahan guna menanggulangi tanda-tanda perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh imbas perang dagang dengan AS. Sesumbar Presiden Donald Trump bahwa sebuah kesepakatan damai sudah nyaris tercapai dalam masalah perdagangan dengan China, juga turut menunjang penguatan mata uang komoditas ini.

Di sisi lain, data Nonfarm Payroll AS dirilis sangat bagus dengan kenaikan sebanyak 250,000. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi yang dipatok pada 190,000, maupun perolehan periode sebelumnya yang direvisi turun jadi 118,000 saja. Data tersebut mengokohkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember mendatang. Namun, untuk sementara ini, pelaku pasar agaknya masih condong mengincar aset-aset yang lebih berisiko, termasuk Dolar Australia dan Dolar New Zealand.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply