Dolar Aussie Rebound Didukung Pemulihan Pasar Saham

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia rebound 0.31 persen ke level 0.7211 pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (11/Desember), setelah sempat ikut tertekan oleh penurunan minat risiko pasca pengumuman menghebohkan PM Theresa May kemarin. Pasangan mata uang AUD/NZD juga menguat 0.22 persen ke 1.0486, dengan dukungan pemulihan pasar saham AS yang dipicu penurunan yield US Treasury.

Dolar Aussie Rebound Didukung Pemulihan Pasar Saham

Pada hari Senin, upaya rebound Aussie digagalkan oleh pengumuman PM May soal pembatalan voting proposal Brexit di Parlemen Inggris. Kabar tersebut mengejutkan pelaku pasar, sehingga Aussie ikut terimbas oleh aksi investor menghindari aset-aset berisiko. Pasangan mata uang AUD/USD sempat merosot hingga 0.7180, sebelum kemudian merangkak naik lagi menyusul pemulihan saham-saham AS.

Indeks Dow Jones tercatat naik 0.14 persen, sementara S&P500 meningkat 0.18 persen dan Nasdaq meroket 0.74 persen pada penutupan perdagangan kemarin. Walaupun Nikkei ditutup -0.34 persen tadi siang, tetapi bursa Eropa melanjutkan bias positif dari Wall Street. Saat berita ditulis, indeks bursa Jerman DAX telah melesat 1.47 persen dan FTSE 100 naik 1.45 persen.

Baca Juga:   EUR / USD Memegang Keuntungan Dalam Perdagangan Tenang

Spekulasi penghentikan siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve telah menyeret yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) bertenor 10 tahunan ke level terendah tiga bulan. Sebagaimana lazim terjadi, penurunan yield berimbas pada pengalihan dana-dana investor ke pasar saham. Inilah penggerak AUD/USD yang sesungguhnya hari ini.

Dari dalam negeri Australia, data-data ekonomi tidaklah terlalu cemerlang. Laporan NAB Business Confidence yang dipublikasikan tadi pagi mencatat penurunan dari 4 menjadi 3. Indeks harga perumahan (House Price Index) pun merosot dari -0.7 persen menjadi -1.5 persen (Quarter-over-quarter) pada kuartal III/2018, sesuai dengan ekspektasi awal.

NAB Business Confidence merupakan data yang dihasilkan dari hasil survey mengenai keyakinan para pebisnis terhadap iklim usaha di Australia. Laporan ini telah menunjukkan penurunan tajam sentimen para pebisnis dalam beberapa bulan terakhir. Dengan kata lain, laporan terbaru ini tak merubah proyeksi ekonomi Australia yang memburuk akibat berbagai faktor di dalam dan luar negeri.

Sebagaimana diketahui, para pejabat bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) telah menegaskan bahwa satu-satunya perubahan kebijakan yang akan dilakukan adalah menaikkan suku bunga, walaupun mereka tak bisa memberikan kepastian kapan akan dilakukan. Namun, buruknya data-data ekonomi benua Kanguru ini telah menumbuhkan kesangsiang di mata investor dan trader terkait apakah RBA benar-benar takkan memangkas suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply