Dolar Australia Berhati-hati Respons Reformasi Suku Bunga China

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang AUD/USD masih tertekan di bawah ambang 0.6800 dalam perdagangan hari Senin ini (19/8), tetapi laju penurunannya mulai melambat. Minat risiko pasar disangga oleh berita terbaru mengenai prospek stimulus moneter di China dan stimulus fiskal di Jerman, tetapi investor dan trader cenderung berhati-hati sebelum digelontorkannya stimulus secara resmi.

Dolar Australia Berhati-hati Respons Reformasi Suku Bunga China

Pada akhir pekan, bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) mengumumkan rencana peluncurkan acuan suku bunga pinjaman baru pada hari Selasa besok. Menurut PBoC, langkah itu diambil untuk mengurangi beban pinjaman untuk korporasi dan UKM di tengah perlambatan pertumbuhan sebagai imbas konflik dagang AS-China.

Para analis menilai reformasi Loan Prime Rate (LPR) tersebut sama dengan pemangkasan suku bunga besar-besaran. Akan tetapi, belum ada konsensus mengenai berapa besar pemangkasannya maupun bagaimana dampaknya terhadap pasar keuangan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz juga memaparkan isyarat kesiapan untuk menggelontorkan stimulus fiskal hingga 50 Miliar Euro guna menanggulangi perlambatan ekonomi. Beberapa waktu lalu, Kanselir Angela Merkel menolak saran kalangan pebisnis dan ekonom untuk meluncurkan stimulus serupa, sehingga isyarat dari Scholz langsung menjadi sorotan pasar.

Baca Juga:   Dolar Menguat Karena Meningkatnya Ketegangan Perdagangan Global

Dari dalam negeri, tak ada jadwal rilis data penting Australia hingga dipublikasikannya notulen rapat bank sentral (RBA) esok hari dan pidato gubernur RBA di Jackson Hole pada akhir pekan. Para analis memperkirakan kedua event tersebut bakal menegaskan arah kebijakan dovish kembali.

“Kami menyaksikan pertumbuhan di bawah tren, inflasi di bawah target, sebuah bank sentral yang semakin kehabisan kesabaran, serta bank-bank sentral lain yang yang semakin mengkhawatirkan peningkatan risiko global dan kebijakan moneter longgar, yang (justru) meredam dampak pelonggaran moneter itu sendiri terhadap mata uang,” kata Andrew Ticehurst, seorang ekonom dari Nomura.

Ticehurst memperkirakan RBA akan melakukan pemangkasan suku bunga pada bulan November dan Februari, serta mensinyalir ada kemungkinan peluncuran kebijakan inkonvensional hingga 40 persen. Lanjutnya, “Kami masih memperkirakan risiko penurunan lebih lanjut bagi AUD juga, menyatukan pandangan hati-hati kami seputar pertumbuhan global dan konflik perdagangan.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply