Dolar Australia Berupaya Rebound Dari Level Terendah Dua Bulan

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia terpantau menguat 0.20 persen pada kisaran 0.7046 terhadap Dolar AS pada sesi Eropa hari Kamis ini (7/3). Aussie nampak berupaya untuk beranjak dari level terendah dua bulan, tetapi masih dibebani oleh buruknya data ekonomi setempat serta peningkatan prospek pemangkasan suku bunga bank sentral. Dolar Australia juga masih tertekan pada kisaran terendah bulan ini di kisaran 1.0383 dalam pasangan mata uang AUD/NZD.

Dolar Australia Berupaya Rebound Dari Level Terendah Dua Bulan

Pada hari Rabu, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa pertumbuhan GDP hanya mencapai 0.2 persen (Quarter-over-Quarter) dalam kuartal IV/2018. Angka tersebut merupakan laju pertumbuhan terendah sejak akhir tahun 2016, dan jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 0.5 persen yang diharapkan oleh pelaku pasar. Konsekuensinya, data tersebut mengakibatkan peningkatan prospek pemangkasan suku bunga bank sentral.

Kini, JP Morgan dan Macquarie Bank memperkirakan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin dalam tahun ini. Pelaku pasar juga memajukan proyeksi waktu akan dilakukannya kebijakan tersebut, dengan pemangkasan sebesar 25 basis poin kemungkinan terlaksana sekitar tengah tahun atau paling lambat menjelang akhir tahun 2019.

Baca Juga:   USD / CAD Turun Ke Posisi Terendah 3 Bulan Setelah Data AS

Masalahnya, kondisi ekonomi domestik memburuk tepat bersamaan dengan eskalasi konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang berdampak buruk bagi negara-negara berbasis ekspor seperti Australia. Akibatnya, pengambilan kebijakan bank sentral dibebani oleh berbagai kemelut internal dan eksternal.

Data penjualan ritel (Retail Sales) yang dipublikasikan pada sesi Asia tadi pagi juga mengecewakan. Penjualan ritel pada bulan Januari hanya meningkat 0.1 persen (Month-over-Month), bukannya naik 0.3 persen sesuai ekspektasi. Untungnya, surplus neraca perdagangan meningkat dari 3.769 Miliar menjadi 4.549 Miliar dalam periode yang sama. Data neraca dagang tersebut memberikan angin segar bagi Aussie, meskipun tekanan bearish masih sangat kuat.

Sementara itu, belum ada berita baru dari negosiasi perdagangan AS-China, setelah rumor terakhir menyinggung kesediaan AS dan China untuk saling mengurangi bea impor dalam perdagangan bilateral. Alih-alih, ketegangan kedua negara kembali meningkat karena perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei, mengajukan tuntutan bagi pemerintah Amerika Serikat. Tuntutan Huawei menuduh aturan AS yang melarangnya menjual perangkat ke lembaga pemerintah sebagai sebuah tindakan inkonstitusional.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply