Dolar Australia Berupaya Rebound Dengan Dukungan PMI Caixin

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menanjak sekitar 0.30 persen ke kisaran 0.7115 terhadap Dolar AS pada akhir sesi Eropa hari Jumat ini (1/3). Aussie sempat merosot drastis pada hari Kamis akibat merosotnya minat risiko pasar menyusul eskalasi konflik militer India-Pakistan dan apresiasi Dolar AS pasca data GDP, tetapi kemudian mendapatkan dukungan dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) China yang dirilis pada sesi Asia.

Dolar Australia Berupaya Rebound Dengan Dukungan PMI Caixin

Lembaga Caixin/Markit melaporkan bahwa PMI untuk sektor manufaktur berskala UKM di China meningkat dari 48.3 menjadi 49.9 pada bulan Februari; lebih baik dibandingkan ekspektasi awal pada level 48.5. Berita ini mengurangi sedikit kekhawatiran pasar mengenai iklim bisnis China, setelah data PMI untuk perusahaan-perusahaan manufaktur besar dilaporkan memburuk pada hari Kamis.

Perbaikan situasi negara mitra dagang utama itu turut mendongkrak Dolar Australia, di samping rilis sejumlah data domestik. Indeks Manufaktur AIG menunjukkan kenaikan dari 52.5 menjadi 54.0 pada bulan Februari, sementara indeks harga komoditas dikabarkan menanjak 9.1 persen (Year-on-Year).

Minat risiko pasar juga mulai bergairah kembali, setelah dilaporkan bahwa Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyampaikan niatnya untuk melepaskan pilot India yang ditahan oleh negaranya. Sikap itu dinilai sebagai itikad baik negeri itu untuk menghindari konflik militer total dengan negara tetangganya, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar tentang probabilitas akan digunakannya senjata nuklir di kawasan tersebut.

Baca Juga:   USD / JPY Rebound Dari Posisi Terendah 2-Minggu

Terlepas dari berbagai kabar positif tersebut, Dolar Australia masih cenderung bearish dalam perspektif fundamental jangka menengah-panjang. Minimnya perkembangan signifikan dalam negosiasi perdagangan AS-China melahirkan peningkatan tekanan atas aset-aset berisiko lebih tinggi, seperti Dolar Australia, Dolar New Zealand, Dolar Kanada, serta mata uang negara-negara berkembang. Sementara itu, bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) dikhawatirkan juga akan memangkas suku bunga dalam tahun ini guna menanggulangi kemerosotan dalam sektor perumahan.

Tadi pagi, sebuah laporan dari CoreLogic menjadi bahan perbincangan karena menampilkan penurunan harga perumahan Australia sebesar 0.7 persen pada bulan Februari. Padahal, laporan serupa pada bulan Januari telah menunjukkan penurunan sebesar 1 persen. Hal ini memunculkan keresahan karena penurunan harga properti dapat menyeret turun minat belanja masyarakat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply