Dolar Australia Berusaha Rebound, Disokong Building Approvals

Bonus Welcome Deposit FBS

Dolar Australia menguat sekitar 0.15 persen ke level 0.7090 terhadap Dolar AS pada awal sesi New York hari Senin ini (4/3). Minat risiko pasar meningkat dan memperkuat Aussie, karena upaya negosiasi dagang AS-China dikabarkan sudah mendekati final. Di samping itu, data Building Approvals Australia yang mengungguli ekspektasi juga turut menyokong konsolidasi AUD/USD pada level terendah sepekan.

Dolar Australia Berusaha Rebound

Sebuah kabar menghebohkan dirilis oleh Wall Street Journal pada hari Minggu. Menurut kabar tersebut, Amerika Serikat akan bersedia mencabut seluruh atau sebagian tarif impor yang dikenakannya atas China, setelah delegasi China mengisyaratkan kesediaan untuk memangkas bea impor atas produk-produk AS dan menuntut imbal balik serupa. Untuk sementara ini pihak AS belum menentukan apakah akan menghapus seluruh bea impor sekaligus, atau secara bertahap dalam kurun waktu tertentu.

Dikabarkan pula bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping kemungkinan akan mengadakan pertemuan formal sekitar akhir bulan Maret ini. Namun, tanggal pasti belum ditentukan, karena jadwal kegiatan Presiden Xi bulan ini sudah sangat padat.

Baca Juga:   Dolar Mengalami Kerugian Karena Investor Resah Atas Rencana Pajak AS

“Berita ini semestinya positif bagi sentimen risiko pada awal pekan,” ujar Rodrigo Catril, pakar strategi forex senior di National Australia Bank, sebagaimana dikutip oleh Business Insider Australia.

Berita tersebut mengindikasikan bahwa kesepakatan resmi sudah di depan mata dan kekhawatiran pasar akan berkepanjangannya perang dagang tak lagi relevan. China merupakan mitra dagang terdekat Australia, sehingga kabar baik tersebut juga berefek positif bagi AUD/USD.

Selain itu, Dolar Australia didukung pula oleh laporan Building Approvals. Menurut Australian Bureau of Statistics (ABS), Building Approvals mengalami peningkatan +2.5 persen (Month-over-Month) pada bulan Januari; melampaui ekspektasi yang dipatok pada +1.5 persen, serta membalikkan rekor -8.1 persen yang tercatat pada periode sebelumnya.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau hasil rapat kebijakan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) yang akan digelar besok pagi. Dalam pengumuman pasca rapat, RBA diperkirakan akan membiarkan suku bunga tetap pada level 1.5 persen. Meskipun demikian, penilaian RBA mengenai outlook ekonomi dan proyeksi kebijakan berikutnya dapat memengaruhi nilai Dolar Australia.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply